3rd Street Saints Strikes Back!


Hahaha, game yg "big, dumb fun"!

Hahaha, game yg

Ekhm, jadi game ini merupakan game bertipe “sandbox”, genre yang seperti GTA kalau Anda belum tahu.

Bagi yang belum tahu, game ini menceritakan petualangan kita sebagai salah seorang anggota geng 3rd Street Saints; sebuah geng yang pada Saints Row pertama menguasai kota Stillwater, kota fiksi yang merupakan tempat kita beraksi.

Dalam Saints Row 2 ini, kita akan melanjutkan petualangan pahlawan kita yang merupakan tokoh utama Saints Row pertama. Tapi, bagi yang belum pernah memainkan seri pertamanya, jangan khawatir! Jarak antar kedua seri tersebut memiliki jarak waktu 5 tahun, jadi walaupun ada beberapa karakter dari seri pertamanya, tetapi tidak akan membuat Anda sulit untuk memahami ceritanya (saya saja Saints Row; yang selanjutnya akan saya singkat menjadi SR; pertama belum tamat!)

Okelah, pembukaannya selesai, now back to teh topic

Ketika kita memulai permainan, kita akan diajak untuk menyaksikan sebuah cutscene (jangan lupa pasang subtitle pada main menu!) yang akan menghubungkan kita dengan peristiwa ending SR pertama. Setelah itu, kita akan dibawa kesebuah layar yang sangat menarik, yaitu: Player Costumization.

Yep, dalam seri kedua ini kita akan diperbolehkan untuk “sekali lagi” men-desain sang tokoh utama. Mau mirip yang seperti pada seri pertama, silakan. Bila tidak juga boleh. Tidak ada salahnya. Tetapi, kali ini ada sebuah fitur kostumisasi baru, yaitu: Taunts. Jadi, dengan fitur ini kita dapat merespon reaksi para NPC (maupun player lain) dengan menggunakan fitur tersebut. Para NPC pun dapat melakukan hal tersebut, maupun meresponnya! Contoh: Jika Anda menggunakan taunt menantang kepada geng musuh, maka dia akan mengejar dan berusaha menghancurkan Anda. Kita dapat pula memilih suara karakter kita, dan gaya berjalannya.

Kembali ke cerita in-game. Setelah Anda selesai mengkostumisasi, tiba-tiba Anda akan diajak untuk kabur dari penjara oleh seorang anggota 3rd Street Saints yang bernama Carlos. Disini merupakan ajang tutorial. Kita akan diberitahu tombol-tombol yang dapat Anda gunakan. Lalu cara menggunakan combo (Yap, disini Anda dapat mengkombinasikan serangan melee Anda untuk membuat combo!) dan menggunakan “benda sehari-hari”, contohnya: kursi roda (Sekali lagi, YAP! Anda dapat menggunakan beberapa objek yang berada di kota Stillwater untuk menghabisi musuh-musuh Anda! Sampah-sampah pun ada yang bisa digunakan!) dan beberapa hal-hal penting lainnya.

Setelah berhasil kabur, Anda dan Carlos akan menggunakan sebuah motorboat untuk kabur dari penjara tersebut, yang berada disebuah pulau kecil (Beberapa kendaraan baru seperti motor, kendaraan air dan udara muncul dsini!). Setelah berhasil kabur, Anda akan sampai dipelabuhan Stillwater. Nah, sampai disini petualangan kita berjalan secara non-linier!

Kita lihat kembali keatas, fitur-fitur menarik yang terdapat dalam game ini, yaitu:

Fitur costumization yang cukup kompleks, kita dapat menggunakan objek disekitar, dapat melakukan melee-combo (Katana combo, hell yeah!), dan munculnya motor, kendaraan air dan udara. Ada juga beberapa tambahan lagi yang belum disebutkan, seperti: pakaian-pakaian baru (ada helm Gladiator, lho!!), senjata-senjata baru (Mau aksi? Ada jenis dual-wield!), kostumisasi kendaraan dan…  Ah! Mini-game: Zombie Uprising (well, it’s zombies killing spree… hence the name) dan fitur Co-Op!! Un…fortunately, Co-Op hanya untuk Xbox Live- DAMN! Mana bisa Co-Op story mode, lagi!

The cover of the box

The cover of the box

Game ini memiliki kontrol bertarung maupun kontrol perjalanan kaki maupun kendaraan yang simple, but good as hell. Anda akan dibuat betah memainkan game ini hanya karena Anda asyik membuat kacau seisi kota. Graphic-nya pun memiliki peningkatan dibandingkan seri pertamanya.  Pergerakan karakter yang halus, kota yang terlihat hidup… Benar-benar akan memanjakan mata Anda. Belum lagi tidak adanya loading-time ketika memasuki sebuah bangunan maupun ketika Anda membuka layar untuk kostumisasi karakter. Hal tersebut tentu saja tidak akan membuat Anda jengkel ketika bermain, bukan? Bayangkan saja, jika Anda masuk ke toko pakaian, memakan kira-kira 10 detik. Loading menuju layar kostumisasi, 5 detik. Keluar, 10 detik. Eh! Ada yang lupa dibeli! Selanjutnya Anda tahukan, ceritanya?

Bosan ketika Anda mengendarai kendaraan menuju jarak yang jauh dengan lagu-lagu yang kurang Anda sukai? Anda bisa saja menyolokkan flashdisk, lalu menyetel lagu yang Anda suka lewat “blade” Xbox 360. Tapi… itu bukanlah hal yang saya maksud… Seperti seri pertamanya, disini juga terdapat toko musik. Sekarang, Anda dapat pula membuat stasiun radio sendiri! Walaupun hanya menggunakan lagu-lagu yang telah Anda beli ditoko tersebut, lalu membuat playlisnya… Tapi paling tidak kali ini cukup naik kekendaraan, pilih “My Radio”, dan nikmati lagu-lagu yang telah Anda susun!

Cerita yang terdapat dalam seri yang kedua ini tidak akan jauh berbeda dari yang dulu. Anda bersama Johnny Gat; Teman lama Anda dalam SR pertama; akan berusaha membuat 3rd Street Saints kembali berjaya dijalan-jalan Stillwater, setelah teman-teman lama mereka banyak yang “keluar” dari geng tersebut. Kali ini, Stillwater dikuasai oleh 3 geng baru yang tidak kalah berbahayanya dari SR yang pertama. Sebut saja, The Ronin; geng dari Jepang, Sons of Samedi; geng yang memproduksi dan mendistribusikan narkoba-narkoba dengan jumlah besar ke jalan-jalan Stillwater, dan The Brotherhood; geng yang… ngg… apa ya… *lihat wikipedia* Kok masih bingung ya? Ya… gitulah! Sebenarnya, masih ada satu lagi musuhnya yaitu: Ultor Corporation, tetapi baru akan diperkenalkan pada pertengahan game (Ingat! SR pertama saya belum tamat!). Dan tipikal game-game seperti ini… No one gets in you way…

Mini-game yang terdapat dalam game inipun dapat membuat Anda betah, selain Zombie Uprising tentu saja… Begitu pula dengan cheat-cheat yang terdapat dalam game ini… yang bisa membuat Anda menjadi…

Wish can give you my own screenshot...

Wish can give you my own screenshot...

“cukup sinting”. No really, I’m serious! Bayangkan saja, tubuh Anda menjadi raksasa, semua penduduk menjadi cebol (dan jika dilihat dari “sudut pandang raksasa” Anda, maka akan menjadi sangat kecil…), dan tambahkan hujan manusia- Serius, orang-orang akan muncul out-of-nowhere di langit, lalu -KABLAMO!- mati diatas aspal…

Semua game tentu saja tidak akan lepas dari yang namanya “kesalahan teknis”. Anak buah yang bisa Anda rekrut disini memang dapat beradaptasi dengan cukup baik, tetapi kadang-kadang… yah, satu kata untuk melukiskan ke”cacat”an mereka: TA- Ekhm, maksud saya… CACAD. Terkadang, mereka suka nyangkut, padahal nggak ada apa-apa, atau malah menerjang kearah musuh dengan segala kegilaannya (This is madness!) dan lain sebagainya. NPC juga begitu, kadang-kadang kalau habis tabrakan mereka malah maksain jalan lurus, padahal mobil kita masih ada didepannya! Hal tersebut dapat membuat Anda frustasi saat menjalankan misi!

Yah, mungkin segitu sajalah dulu. Jangan khawatir, saya masih punya game-game lain untuk direview!

Jangan lupa! Bye for now, and don’t forget to take a break!

———————————————————————————–

Score:

Gameplay: 9.0 (GTA: SA, with much more crazy randomness…)

Graphic: 8.0 (Realistic, with a little cartoon-y feeling.)

Music & Sound: 8.0 (Yah, baguslah. Cukup real.)

Replay Value: 8.0 (Mungkin, setelah menamatkannya cukup gunakan semua cheat yang tersedia…)

Overall: 8.5

Platform: PC, Xbox 360, PS3

Official site: SaintsRow.com

big, dumb fun.“-IGN’s Australian site

2 Tanggapan so far

  1. 1

    Saints Row 2 secara gameplay memang lebih berhasil daripada GTA IV. Seandainya fitur-fitur macam body building dan menyelam dari San Andreas masuk sini juga… Saints Row 2 is teh winnah.:mrgreen:

    Meskipun kayaknya pada masih melihat ke atas GTA sih.😕 Ah, jamane jaman sandbox…😛

  2. 2

    games said,

    games…

    Recent World Series competitions……


Comment RSS

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: