Godfather II Review


Yo, hello thar! Kali ini saya akan me-review game, Godfather II.

(Review dalam StoPlayinGame tidak mewakili semua anggota StoPlayinGame. Skor yang diberikan hanya merupakan refleksi dari salah seorang review-er dan tidak memaksakan pembaca untuk mengikuti hasil skor.)

Well, unfortunately this is an offer you CAN refuse...

Well, unfortunately this game is an offer you CAN refuse...

First of all, ada baiknya jika Anda sudah pernah menyaksikan Godfather Part II agar dapat lebih mengerti jalan ceritanya. Tapi walaupun belum (seperti saya), game ini dapat menyajikan hal-hal yang cukup menarik, seperti pada game pertamanya: The Godfather.

Ok, sekarang ngomongin gamenya!

Disini, kita akan berperan sebagai Dominic, yang seperti seri pertamanya, bisa dikostumisasi. Mulai dari wajah, sampai pakaian yang

THIS. IS. GODFATHAAA!!

THIS. IS. GODFATHAAA!!

bergaya mafioso. Tapi hati-hati! Mungkin jika Anda mengharapkan suasana suram New York tahun 1940an, bersiap-siaplah kecewa! Mengapa?

Satu: Pada misi pertama kita berada di Kuba. Sebelum memulai misi, kita diajak menyaksikan cutscene, dimana Michael Corleone, Hyman Roth, dan “keluarga-keluarga” New York lain membicarakan mengenai masa depan para mafia tersebut. Setelah cutscene, ada sedikit “tutorial berjalan” untuk membantu kita membiasakan dengan kontrol digame ini. Setelah sedikit aksi tembak-menembak, cutscene (OH NOEZ! Aldo Trapani iz dead!), dan kita kembali ke New York. Nah disinilah “petualangan” Dominic dimulai!

Sekarang kembali ke hal-hal yang mebuat Anda kecewa…

Alasan kedua: Atmosfirnya warna-warni! Sekarang, Godfather jadi terasa seperti game sandbox lainnya… Damn you tahun 1960an!!

‘kay, sekarang kembali ke review. Inti dari game ini masih sama seperti Godfather pertama. Masih ada extortion, mob musuh (tapi nggak langsung muncul semua), menyogok pihak berwajib, dan sebagainya. Tapi kali ini ada hal-hal baru yang lebih seru dan mengutamakan strategi. Begitu kita menguasai suatu bisnis, maka itu adalah satu langkah menuju menguasai sebuah crime ring. Crime ring

The Don's View, and a crime ring.

The Don's View, and a crime ring.

adalah sekumpulan bisnis yang sejenis (dapat dilihat dari logo), yang begitu dikuasai, dapat memberikan bonus. Mulai dari bulletproof-vest sampai dengan mobil berarmor. Dan semua hal itu dapat kita cek melalui The Don’s View dengan memijit tombol START. Pada Don’s View, kita dapat memerhatikan segala hal yang kita perlukan untuk menguasai dunia New York, Florida, dan Kuba. Kita dapat melihat pendapatan kita, anak buah kita (bisa direkrut lho!), bisnis yang sudah dikuasai, family tree musuh, dan sebagainya.

Di game kali ini, anak buah akan sangat berguna. Mengapa? Selain menambah firepower, mereka memiliki keahliannya masing-masing. Seperti membuka brankas, mendobrak pintu, meledakkan bisnis musuh (termasuk compound), dan sebagainya. Tadinya mereka hanya soldier, tapi seiring perkembangan game, mereka dapat Anda angkat menjadi Capo kemudian Underboss. Dan tiap kali naik pangkat, Anda dapat memberikan 1 kemampuan tambahan. Jangan lupa! Anda juga bisa meningkatkan kemampuan mereka dengan membeli upgrade yang tersedia (karakter Anda juga bisa). Ingin membuat “keluarga” mafia Anda tampak seragam? Dibagian upgrade juga bisa mengubah pakaian, begitu pula dengan karakter Anda. Anda juga bisa menyuruh anak buah Anda untuk mempertahankan bisnis yang sedang diserang atau kebalikannya, menyerang bisnis musuh.

Dengan segala tambahan tersebut, seharusnya Godfather II bisa menjadi game yang luar biasa. Sayang karena grafik yang kurang maksimal, cerita yang kurang “mantap”, atmosfir yang kurang Godfather, dan AI yang kadang kurang memuaskan… Godfather II is an offer you can refuse

"Yo, chief. What are we going to do now?"

"Yo, chief. What are we going to do now?"

————————————————————————————————

Score:

Gameplay: 8.0 (The Don’s View-nya cukup cerdas)

Graphic: 7.5 (Standard lah…)

Music & Sound: 7.0 (Kurang Godfather…)

Replay Value: 7.0 (Meh, musti maen Xbox LIVE.)

Overall: 7.0 (An offer you can refuse)

%d blogger menyukai ini: