Review Halo 3: ODST


Yo guys! Lama tidak bertemu!

Gimana lebarannya? Pergi kemana aja, atau jangan-jangan seperti saya, hanya dirumah saja? Ya, itu semua tidak penting asalkan kita masih bahagia, ya? Haha– Hoek!

Ya sudslah, let’s get down to the business.

Halo 3 ODSTHalo 3: ODST adalah sebuah stand-alone expansion pack dari Halo 3. Game ini memasuki tahap pembuatan ketika rencana Peter Jackson (yes, that Peter Jackson) untuk membuat proyek berjudul Halo Chronicles dibatalkan, sehingga sumber daya manusia yang sudah terkumpul dialihkan kesebuah proyek yang pada awalnya disebut sebagai Halo 3: Recon ini. Mereka membuat game ini untuk mengisi “jarak” antar Halo 3 dengan proyek baru mereka yang berjudul Halo Reach. Yah, untuk cerita Halo Reach mungkin dilain kesempatan saja, sekarang kembali ke topik!

Sekalipun Halo 3: ODST ini merupakan “expansion pack”, tetapi game ini layak untuk dibeli. Game ini bercerita mengenai seorang prajurit ODST, semacam special-ops nya UNSC, sehingga kita tidak lagi berperan sebagai Master Chief. Prajurit ODST yang kita perankan ini disebut sebagai “The Rookie”. Ia bersama anggota timnya yang terdiri dari Dutch, Romeo, Mickey, Buck, dan seorang personil ONI (semacam agen rahasia) yang bernama Dare berusaha melakukan counter-attack dari serangan Covenant di New

ODST default control scheme

ODST default control scheme

Mombasa, Afrika, dimana setting cerita ini berdasarkan cerita Halo 2, jadi tidak dapat disebut sebagai sekuel. And now, back to the story!

Ketika mereka berusaha memasuki atmosfer, tim ODST “The Rookie” mengalami sedikit kecelakaan sehingga mereka semua terpisah. Dan 6 jam kemudian, Anda sebagai The Rookie, akan berusaha menyelidiki nasib anggota tim Anda melalui barang-barang penting di TKP. Melalui benda yang kita temukan, maka Anda akan mengalami flashback dimana Anda akan memerankan salah seorang anggota tim Anda untuk menyelidiki dimanakah akhirnya mereka berada. Para ODST ini tidak seperti SPARTAN, mereka tidak memiliki shield dan masih memiliki HP. Jadi jika Anda ingat Halo: CE (Halo 1), maka kurang lebih seperti itu. Shield digantikan dengan yang namanya “Stamina” yang lebih cepat berkurang daripada shield dan masih mampu beregenerasi. Sementara jika Stamina Anda habis, bar HP Anda akan berkurang. Semakin sedikit HP Anda yang tersisa, maka akan semakin keras bunyi “penanda” HP Anda berbunyi. HP dapat dipulihkan dengan mengambil health pack yang berwarna putih. Benda tersebut akan tersebar diseluruh level yang tersedia. Entah tergeletak dilantai, tertempel ditembok, atau terdapat didalam suatu “kios”. Dan seperti yang dibilang diatas, ODST memiliki kelemahan lain, yaitu tidak dapat dual-wield, tidak bisa membawa Equipment, dan tidak mampu meng-hijack tank lawan.

Dalam usaha pencarian (dimana Anda akan berperan sebagai The Rookie), Anda akan mengelilingi New Mombasa di malam hari dalam bentuk sandbox. Sandbox? Yep, sandbox, dimana terdapat misi yang harus Anda selesaikan tetapi Anda memiliki kebebasan untuk tidak langusng menjalankan misi tersebut. Untuk menemani “pencarian” Anda, musuh pun akan berkeliaran di kota New Mombasa. Mereka berkeliling berkelompok, dan terdiri dari musuh-musuh yang sudah Anda kenal sebelumnya. Ada Brute, Grunt, Jackal, dan Hunter. Dan ada juga tambahan baru, yaitu Engineer. Jika Anda sudah pernah main Halo Wars (atau bahkan membaca buku-buku Halo, atau “memunculkan”nya di Halo:CE), maka Anda akan tahu “balon-berwarna-ungu-yang meledak-setelah-ditembak-jatuh” tersebut. Tapi dalam game ini mereka mengenakan semacam armor, jadi agak sedikit berbeda dan sedikit lebih sangar. Mereka dapat membantu musuh dengan memberikannya Overshield, semacam pelindung tambahan, jika mereka berada disekitarnya.

Selama Anda berputar-putar di New Mombasa, Anda dapat menemukan side-story yang berjudul “Sadie’s Story”. Cerita bergambar (serius, ada gambarnya!) yang menceritakan saat-saat sebelum kota tersebut diserang Covenant. Anda dapat menemukannya ketika mendengar bunyi telepon umum yang berdering atau ATM yang ebrbunyi cukup keras, atau beberapa barang alat elektronik lain yang berbunyi.

Selain karaker baru, musuh baru, daerah baru, dan gaya permainan yang sedikit berubah, senjata pun ikut disesuaikan. Kali ini senjata default Anda berupa sebuah SMG dengan silencer dan scope, dan sebuah pistol yang di suppresed dan dapat di zoom. Kedua buah senjata ini dapat membantu Anda menghabisi musuh tanpa terlihat, terutama pistol yang berguna untuk menghabisi Grunt dan Jackal. Jadi selama Anda menembak musuh dengan headshot tanpa ketahuan temannya, maka Anda akan tidak terdeteksi. Senjata musuh pun ada juga yang baru, Brute Plasma Rifle. Seperti Plasma Rifle biasa, tetapi berwarna merah, memberi damage lebih besar, dan overheat lebih cepat. Sangat berguna untuk menhancurkan shield musuh. Tapi ingat, Anda tidak bisa dual-wield, jadi pilihlah senjata yang benar-benar tepat!

VISR mode

VISR mode

Ada juga fitur baru yang disebut “VISR” yang merupakan semacam night-vision dengan tambahan memberikan outline kepada segala macam objek di dunia “Halo 3: ODST” ini. Untuk teman, outline berwarna hijau, musuh merah, senjata biru, benda-benda pelengkap kuning, dan objek “penting” emas. Selain itu sistem peta yang real-time (jadi ketika Anda membuka peta, game tidak akan dipause. Sehingga segala macam objek yang bergerak tetap dapat berjalan) juga sangat membantu untuk melacak musuh yang sedang bergerak.

Story Mode ini kurang lebih dapat berjangka waktu 6-7 jam (dalam mode Normal). dan selain Story Mode yang sudah cukup seru, ada 1 mode lagi yang tidak dapat Anda lewatkan, yaitu: Firefight Mode!

Mode Firefight ini merupakan Survival Mode seperti mode Horde-nya Gears of War atau Nazi Zombies-nya CoD: WaW. Bedanya arenanya lebih luas (menurut saya) dan musuh yang didatangkan akan bersifat random. Tapi bukan random yang asal “random”. Jadi misalkan sudah waktunya bagi Brute ikut campur, Brute yang datang bisa berbeda-beda. Bahkan kadang Hunter bisa cepat muncul! Selain itu, kita dapat mengkustomisasi karakter playable di Story Mode nya jika sudah mendapat achievement yang diperlukan. Termasuk Dare (teh Rec0nz!!1)

Di Firefight, satu tim (2 orang Local Play, 4 Xbox LIVE/System Link) berbagi 7 nyawa. Mode ini terdiri dari 3 ronde yang terdiri lagi dari 5 gelombang untuk mencapai Bonus Round. Jika nyawa sudah habis dan 1 orang berhasil selamat melewati sebuah gelombang, maka semua pemain akan hidup kembali. Menyelesaikan ronde juga memberikan bonus nyawa, begitu pula Bonus Round. Untuk mendapat “Bonus” pada Bonus Round, Anda harus mampu mendapat poin tertentu. Terdengar mudah ya? SALAH BESAR!! Setiap ronde yang Anda lewati maka Skull (semacam tambahan untuk “kesenangan” dalam gameplay) akan diaktifkan secara random. dan paling berbahaya adalah Bonus Round, karena semua Skull diaktifkan!

Yah, overall, Halo 3: ODST cukup menyenangkan untuk dimainkan, terutama jika Anda membeli yang original, karena Halo 3: ODST aslinya menyediakan CD tambahan yang berisi semua Downloadable Map Pack Halo 3!! Thanks a lot Bungie, seriously!

Preorder now, and play as Johnson in Firefight-- Oh, wait...

Preorder now, and play as Johnson in Firefight-- Oh, wait...

———————————————————–

Score: (ada tambahan skor untuk “Story”. Akan segera di-implementasikan kesemua review secepatnya!)

Gameplay: 7.5 (Kalo lebih stealth-y, bisa dapat 8.5!)

Graphic: 7.5 (Ya, kurang lebih sama seperti Halo 3, cuman ada tambahan dikit)

Story: 7.5 (Endingnya kurang mantap…)

Music & Sound: 9.0 (Mmh! Lagunya! DEWA!!!)

Replay Value: 8.0 (Firefightnya asik cuy!)

Overall: 8.0 (Beli aja, asik kok!!)

1 Response so far

  1. 1

    JimmyBean said,

    I don’t know If I said it already but …Cool site, love the info. I do a lot of research online on a daily basis and for the most part, people lack substance but, I just wanted to make a quick comment to say I’m glad I found your blog. Thanks,🙂

    A definite great read..Jim Bean


Comment RSS

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: