Review Dante’s Inferno


Hehe udah muncul lagi nih bagian review! Sekarang, akan saya paparkan plot dari game Dante’s Inferno ini sedikit…

Cerita bermula ketika Dante masih bertempur pada masa Perang Salib, dimana pada saat itu ia ditugaskan oleh Raja Richard I untuk merebut sebuah holy relic sebelum pasukan Saladin mendahuluinya. Tetapi, tiba-tiba Dante dibunuh oleh seorang assassin. Pada saat itu juga, muncullah Death, dewa kematian, yang akan membawa Dante ke neraka. Tidak percaya bahwa ia akan dibawa ke neraka setelah disebutkan bahwa dosa-dosanya telah diampuni melalui Perang Salib, akhirnya Dante melawan sang Dewa Kematian dan mengambil schyte (sabit) miliknya.

Beberapa tahun kemudian Dante pulang ke Florence dan mendapati bahwa ayah dan tunangannya, Alighieri dan Beatrice, telah tewas dibunuh. Melihat roh dari Beatrice keluar dan tiba-tiba diculik oleh iblis Lucifer, Dante pun mengejar mereka menuju 9 bagian Neraka dengan tujuan menyelamatkan Beatrice.

KAMEHAMEHA!!

Dante’s Inferno merupakan sebuah game yang didasari dari sebuah karya sastra karangan Dante Alighieri, bagian pertama dari Divine Comedy, Inferno. Sekali pun orang-orang menyebutkan bahwa Dante’s Inferno “mencontek” God of War, tetapi Dante’s Inferno tetap dapat memberikan sebuah pengalaman bermain yang menyenangkan… Terutama buat yang nggak punya PS3 dan nggak bisa beli God of War 3…

Anyway, dalam game ini Dante akan dibekali 2 buah senjata, sabit milik Death dan salib pemberian Beatrice. Jika sabit merupakan senjata jarak dekat, maka salib merupakan senjata jarak jauh. Tetapi perbedaannya tidak sampai disitu saja! (Dan salibnya menyerang dengan menggunakan semacam energy-blast, bukan sebagai bumerang…)

Salib, sebagai senjata utama, merupakan senjata jarak dekat. Serangannya pun dibagi jadi 2, light dan heavy, yang kemudian dapat

digabung-gabung menjadi sebuah kombo. Sementara salib dapat digunakan untuk serangan jarak jauh, yang kemudian dapat dikombinasikan dengan serangan sabit maupun kebalikannya.

Game ini juga memberikan akses yang mudah pada bagian upgrade. Upgrade disini akan berupa “pohon skill” yang awalnya akan terbagi menjadi 2: Holy dan Unholy. Holy path akan berisikan skill-skill yang terfokus pada kekuatan dan variasi serangan salib, sementara Unholy path memberikan variasi dan tambahan serangan pada sabit. Cara pengisian skill pun tergantung dari cara permainan kita. Lebih sering kita menggunakan salib maka Holy path akan lebih cepat terisi, dan begitu pula sabit dengan Unholy.

Desain level pun dibuat dengan cukup baik oleh Visceral, dimana tempat-tempat yang kita datangi memang serasa seperti Neraka.

Itu Cerberus, lho!

Seringkali terdengar suara-suara orang tersiksa, banyak terlihat orang-orang yang hukumannya sesuai dengan neraka tingkat keberapa kita sedang berada. Jika kita sedang berada di Gluttony, terlihat orang yang disiksa dengan kerakusannya sendiri. Musuh-musuh pun dibuat sesuai dengan levelnya. Walaupun sayang neraka terasa agak “sepi” karena kurang banyak “mahluk-mahluk” yang ber”sliweran” dan juga level terakhir dimana kita diberikan challenge yang entah terasa agak maksa…

Overall, Dante’s Inferno merupakan game yang cukup menarik dan tidak boleh dilewatkan, terutama bagi orang yang bisa membeli DLC-nya yaitu Trials of St. Lucia (ada fitur co-op!) dan juga bagi yang tidak bisa merasakan main God of W— Udah ah, capek dengerin orang ngebanding-bandingin Dante’s Inferno sama God of War!!

———————————————————–

Score:

Gameplay: 7.0 (Solid dan cukup fast-paced)

Graphic:7.5 (Lumayan bagus, tapi tidak begitu detail)

Story: 8.0 (Diangkat dari karya sastra dan dipermak)

Music & Sound: 8.0 (Lumayan menggambarkan neraka…)

Replay Value: 7.5 (Buat kalo lagi iseng aja lumayan)

Overall: 8.0 (Penggemar hack-and-slash? Beli aja!)

%d blogger menyukai ini: