Review Transformers: War for Cybertron


Cuma ada satu kata, game ini: KEREN!

Kovernya keren!

Dan kalau beli jangan lupa pilih kover versi aslinya. Kenapa sih para pembajak suka ngasih kover bikinan sendiri?

Di Transformers: War for Cybertron ini, kita akan bermain sebagai Decepticon maupun Autobot ketika mereka masih saling bertempur di planet lama mereka, Cybertron. Game ini terbagi dalam 10 chapter, 5 chapter awal menceritakan tentang  penyerangan Decepticon ke kota-kota dan 5 chapter akhir menceritakan perjuangan terakhir Autobot.

Pada setiap misi Anda akan dapat memilih 1 dari 3 karakter yang tersedia, dan karakter yang tidak Anda gunakan akan menemani selama permainan. Sebenernya sih ada fitur co-op 3 orang, tapi harus online. Ngeselin juga. Ada 4 jenis class yang dimiliki tiap karakter: Leader dengan skill status buff-nya, Soldier dengan skill offensive-nya, Scout yang skill-nya bervariasi, dan Scientist yang punya skill heal.

Gameplay game ini juga nggak ribet, seperti kebanyakan game third-person shooter. Ada variasi senjata yang lumayan, musuh dimana-mana, sedikit puzzle, dan sebagainya. Sebagai seorang

(emang robot orang?) Transformer, tentu karakter-karakter yang dapat Anda gunakan dibekali dengan kemampuan berubah wujud menjadi kendaraan kapan pun di saat yang diperlukan. Ada yang jadi tank, mobil, truk maupun pesawat dan tiap kendaraan punya skill dan senjata yang beda-beda juga. Pesawat bisa barrel-roll dengan bersenjatakan misil dan

machine-gun, truk bisa dash dengan senjata roket, dan sebagainya.

Tapi yang membuat game ini berbeda dan keren bukan cuma itu. Pertama, dengan cerita dan desain karakter yang mengakar pada cerita Transformers awal, game ini cocok untuk penggemar Transformers lama maupun baru. Permainan yang cukup simpel juga menjadi poin plus, dimana kita cukup bergerak kesana-kemari, lawan musuh, dan tidak perlu repot mencari cover karena dalam game ini tidak ada cover system. Yep, benar. Transformers: War for Cybertron menggunakan gameplay third-person shooter lama yang simpel. Dan Anda tidak akan merasa kehilangan karena pertempuran-pertempuran yang terjadi cukup intense, fluid, dan cepat. Itu merupakan alasan kedua. Kemampuan High Moon Studios dalam menceritakan ulang pertempuran di Cybertron ini juga patut diacungi jempol. Tidak ada adegan yang tersia-sia, semua hal baik hubungan antar karakter hingga hal-hal penting berhasil dikemas dengan baik dan tetap memberikan service-service pada penggemar lama. Jangan lupa pada detil kecil seperti pergerakan bagian-bagian mesin karakter-karakter yang membuat dunia game ini tampak hidup.

Dengan jangka waktu permainan mencapai 10 jam, Transformers: War for Cybertron merupakan game yang wajib dibeli oleh baik penggemar setia Transformers, penggemar genre shooter, maupun gamer iseng dengan syarat Anda dapat memaafkan hal ini: KENAPA SOUNDWAVE NGGA BERUBAH JADI RADIO??!!!

‘canda

————————

Score:

Gameplay: 8.5 (Cepat dan fluid walau tanpa cover system)

Graphic: 9.0 (Mantab)

Story: 8.0 (Mampu memperkenalkan pada gamer baru dan tetap fresh)

Music & Sound: 8.0 (Lumayan bagus!)

Replay Value: 7.5 (Seru!)

Overall: 8.5 (Why Soundwave… WHY?!!)

3 Tanggapan so far

  1. 1

    Asop said,

    Hahahahahaha!! soundwave-nya ya…😆

  2. 2

    Unit 076 said,

    @Asop: Coba kalau berubahnya tetep jadi radio, kan kocak tuh! Hahahaha!

  3. 3

    […] agak kecewa ketika memainkan Transformers: War for Cybertron dan mengetahui bahwa Soundwave tidak berubah jadi radio. Tapi nggak masalah sih karena gamenya […]


Comment RSS

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: