Review Halo: Reach


Pernah merasakan bermain game yang merupakan “surat cinta” dari developer bagi penggemarnya? Jika belum (dan Anda merupakan penggemar franchise Halo) maka Anda cukup memainkan Halo Reach.

ReachReachReach

Sebagai game Halo terakhir dari Bungie (seri Halo akan dilanjutkan oleh 343 Industries milik Microsoft), sudah sewajarnya Bungie memberikan game yang istimewa untuk para penggemarnya, baik lama maupun baru.

Berlatar belakang planet koloni, Reach, yang merupakan pusat pengembangan militer manusia pada tahun 2552, cerita berawal ketika karakter kita, yang hanya disebut sebagai Noble Six, bergabung dengan Noble Team yang beranggotakan 5 Spartan lain. Carter si pemimpin, Kat si teknisi, Jun si sniper, Jorge si veteran, serta Emile yang brutal. Karakter kita bergabung dengan Noble Team untuk menggantikan Noble Six lama yang mati (dapat dilihat ditrailer Deliver Hope), jadi tidak heran pada awalnya dia agak susah diterima. Tapi karena invasi alien Covenant telah dimulai, mau tidak mau mereka harus bekerjasama.

Dan setelah Halo 3: ODST, terlihat bahwa Bungie mulai memperhatikan aspek story telling dan character development. Walaupun karakter-karakternya hanya muncul dalam game ini saja, lama-kelamaan Anda akan ikut merasa prihatin mengenai apa yang mereka lalui dan bagaimana akhirnya mereka mengorbankan segalanya demi mempertahankan planet Reach.

Colorful but vibrant

Ketika kita memainkan campaign mode, maka grafik yang tentunya paling mudah dinilai duluan. Seperti Halo sebelumnya, game ini masih dipenuhi warna tapi tidak kontras layaknya Halo 3. Mulai dari ungu hingga hitam semua dapat dipadu dengan baik dan terlihat sangat lembut. Hasil dari engine Halo 3 yang dirombak habis-habisan sangat tidak mengecewakan. Kali ini semua karakter terlihat sangat hidup dan model wajah karakter mengalami peningkatan jauh, tidak terlihat kotak-kotak.

Nah kemudian dalam pertempuran pun sekarang Anda tidak akan sendirian, seringkali teman Noble Team akan membantu dalam pertempuran, ataupun tentara-tentara UNSC Army, bahkan  penduduk sipil bersenjata juga dapat membantu. AI kawan maupun lawan juga meningkat drastis. Tanpa bantuan Anda rekan sesama Spartan dapat menghabisi lawan dan musuh-musuh seperti Elite dan Brute akan lebih pintar dalam menghadapi lemparan granat. Waktu saya mencoba bermain dengan level Heroic sendirian, bwah, gila. Saya dapat menghabiskan 45 hingga 78 menit dalam satu level saja. Dan bermain co-op tidak akan mempermudah karena game dengan sendirinya akan menambahkan jumlah dan memperkuat musuh. Nggak kebayang deh Legendary 4 player co-op kayak gimana…

Tapi selain pasukan Covenant dan UNSC, Halo Reach memberikan “nyawa” lain dalam dunianya. Terkadang Anda akan menemukan sekelompok burung Moa yang berlarian, dan pada misi di perkotaan Anda akan menemukan penduduk-penduduk biasa yang berlarian dengan panik ketika Covenant menyerbu.

Seperti yang telah saya bahas pada review Multiplayer Beta pada bulan Mei kemarin, banyak senjata yang di desain ulang maupun senjata-senjata baru. Dan tentunya yang menambah variasi gameplay yaitu Armor Abilities. Armor Abilities menambahkan kemampuan baru bagi pemain seperti: kemampuan untuk lari, jetpack, hologram, kamuflase, roll untuk menghindar, tameng pelindung berbentuk gelembung, serta menjadi kebal untuk sementara waktu. Di campaign mode Armor Ability standarnya sprint dan dapat ditukar jika Anda menemukan Armor Ability lain. Tapi dalam mode multiplayer dan Firefight, Anda akan memilih berbagai macam loadout dengan pilihan senjata dan Armor Ability yang beragam.

Berbicara tentang multiplayer, saya sempat mencoba online karena ada promosi trial Gold selama beberapa hari. Mode multiplayer masih sama seperti dalam versi beta-nya dengan tambahan-tambahan map dan playlist, jadi untuk lebih lengkapnya Anda dapat membaca post saya mengenai multiplayer beta. Mode multiplayer ini memang merupakan salah satu fitur andalan Halo, dengan sistem matchmaking-nya yang berjalan dengan baik, preferensi kita terhadap pemain tertentu, semuanya kualitas tinggi. Dan hal ini memang telah menjadi andalan sejak Halo: CE.

Oh and yeah, SPACE FIGHT!!!

Kemudian ada Firefight. Firefight merupakan semacam survival mode-nya Halo dan sudah ada sejak Halo 3: ODST, tapi kali ini dilakukan banyak perombakan. Anda dapat seenak jidat mengatur musuh yang keluar, senjata apa yang kita gunakan dan “sedikit tambahan” seperti shield karakter mencapai 300%, gravitasinya 0%, dan sebagainya. Fitur yang menyenangkan karena kali ini dilengkapi dengan matchmaking, jadi Anda dapat bermain online dengan orang lain.

Dan berdasarkan pengalaman pribadi (bukan saya, tapi kakak saya) yang paling menyita waktu, Forge. Forge merupakan map editor yang muncul pada Halo 3. Walaupun nggak se”dewa” map editor di game-game PC, tapi tidak banyak game konsol yang punya, am I right? Kali ini Anda akan diberikan 1 map khusus (selain map-map multiplayer lain) yang sangat luas untuk diutak-atik. Menyenangkan memang, tapi sayangnya Bungie masih membatasinya dengan sistem “budget”, jadi tiap benda punya harga masing-masing. Tapi hal tersebut tidak akan menghilangkan kenyamanan karena telah disiapkan budget sebesar $10,000.

Coba main multiplayernya!

Oh ya, seperti Halo 3, fitur Theater untuk melihat ulang “petualangan” Anda dalam bentuk video dan kustomisasi karakter masih ada. Tapi karakter Anda tidak hanya akan berefek dalam mode multiplayer saja, tetapi juga campaign! Sayangnya, untuk mengupload screenshot, Anda harus menjadi Gold member. Damn you Microsoft!! Jadi kali ini saya mengambil gambar dari websitenya Bungie. Amat disayangkan… (padahal cuman mau nunjukkin armor aja tuh!)

Akhir kata, game ini merupakan kombinasi dari semua game Halo yang telah dibuat oleh Bungie dan merupakan karya Halo terakhirnya sebagai tanda terima kasih untuk penggemarnya. Melalui Halo: Combat Evolved kita tahu Reach akan takluk ketangan Covenant, dari Halo 2 kita tahu Covenant akan berhasil menyerang bumi, dan dari Halo 3 kita tahu manusia akhirnya akan menang. Tapi cerita itu semua berawal dari Halo: Reach.

————————————————————-

Score:

Gameplay: 9.0 (Ini baru Halo “Combat Evolved”!)

Graphic: 8.5 (Kadang blurnya agak nggak enak, tapi nggak mengganggu)

Story: 8.0 (Remember Reach!)

Music & Sound: 8.5 (Voice-over nya makin bagus)

Replay Value: 9.0 (Maen bareng temen makin mantap!)

Overall: 9.0 (From the beginning, we know the end)

Bungie.net

6 Tanggapan so far

  1. 1

    Asop said,

    ngeri banget nig game… Sayang banget saya ga punya XBOX…😥

  2. 2

    Unit 076 said,

    @Asop: Ya, sayang Microsoft belom ngasih kepastian bakal di-port ke PC atau nggak.
    Tapi kayaknya dibuat eksklusif Xbox supaya meningkatkan penjualan Xbox 360 deh, jadi mau nggak mau gamer PC masih harus gigit jari.

    Daripada mikirin kayak gitu mending nyoba Recettear, katanya bagus tuh. Game RPG sih.

  3. 3

    wongmagakagamanya said,

    coba anda pakai semua skull dan tingkatan legendary apa itungeri

  4. 4

    wongmagakagamanya said,

    ka gak ngeri

  5. 5

    Unit 076 said,

    @wongmagakagamanya:
    Skull itu semacam “gameplay enhancer” yang ada sejak Halo 2. Ada banyak jenisnya, ada yang kalau diaktifkan HUD jadi hilang, ada yang bikin musuh lebih kuat, dsb.

    Legendary itu sendiri ya tingkatan level, kayak easy-normal-hard-very hard. Diserial Halo, mreka makenya Easy-Normal-Heroic-Legendary.


Comment RSS

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: