Review Enslaved: Odyssey to the West


Yah selamat datang kembali ke bagian review StoPlayinGame. Akhir-akhir ini reviewreview game agak (dan bakal) telat berhubung saya juga bakal sibuk untuk menghadapi masa depan… So anyway, back to the topic.

Kali ini saya akan me-review sebuah game action yang bisa dibilang sebagai salah-satu game action terbaik di tahun 2010, “Enslaved: Odyssey to the West”.

Secara garis besar, cerita dalam game ini mengadaptasi karya sastra Cina klasik “Journey to the West” atau yang lebih dikenal disini yaitu versi film serinya, “Kera Sakti”. Tetapi tidak seperti cerita aslinya, game ini berlatar-belakang post-apocalyptic dengan robot-robot yang menjadi lawannya.

Cerita berawal ketika sang karakter utama, Monkey (tenang, dia manusia kok), terbangun di sebuah pesawat yang rusak dan akan jatuh. Ketika berusaha melarikan diri, Monkey bertemu dengan seorang wanita bernama Tripitaka yang juga berusaha kabur dari pesawat tersebut. Monkey berhasil selamat dari kecelakaan pesawat tersebut dengan “menumpang” sebuah escape pod yang dipakai Tripitaka, walaupun ketika mendarat Monkey terlempar dan pingsan. Ketika dia sadar, Tripitaka telah memasang sebuah ikat kepala yang membuatnya merasakan nyeri yang hebat jika Monkey tidak mengikuti perintahnya. Trip, panggilan dari Tripitaka, kemudian menjelaskan bahwa dia perlu bantuan untuk kembali ke desanya dengan selamat, jadi akhirnya dia “memperbudak” Monkey. Akhirnya dengan terpaksa, Monkey membantu Trip untuk kembali ke tempat tinggalnya. Nah, mulai dari sini lah terjalin hubungan persahabatan antara Monkey dan Trip.

Layaknya film-film dengan dua karakter yang memiliki kepribadian dan kepentingan yang berbeda, awalnya hubungan mereka tidak begitu baik. Yang menyatukan mereka hanyalah ikat kepala tersebut. Walaupun klise, seiring perjalanan hubungan mereka pun semakin dekat dan tidak lagi terikat oleh ikat kepala tersebut (yah, walaupun Monkey masih memakainya). Hubungan tersebut tergambar dengan sangat baik berkat pacing cerita yang tepat dan character development yang cukup. Perjalanan pun semakin berwarna dengan hadirnya Pigsy, teman lama Trip, yang kemudian ikut membantu.

You swine...

Dari segi visual jelas game ini memiliki kelebihan sendiri dari game-game post-apocalyptic lain. Dunia Enslaved terlihat sangat colorful, dengan banyaknya tanaman yang tumbuh kesegala arah dan bahkan merusak bangunan-bangunan dan mesin-mesin sisa-sisa peradaban manusia yang telah hancur. Desain karakternya juga menarik, mulai dari robot yang terlihat berkarat hingga pakaian yang digunakan para karakter utama. Sayangnya tekstur sering pop-in, renderingnya lama, jadi agak mengganggu keindahan visual game ini.

Gameplay juga tidak ada masalah. Platforming yang mudah tetapi tetap menarik, puzzle yang sederhana, dan sistem combat yang simpel. Tapi terkadang gerakan Monkey terasa agak licin dan seringkali agak susah untuk menghajar musuh. Voice-over dan musik yang ditawarkan juga tidak mengecewakan sama sekali (terutama voice-over, keren banget serasa nonton film!).

Overall, bagi yang ingin memainkan game story-driven dengan cerita yang lain dari biasanya (dan plot twist yang mengejutkan!), tidak ada salahnya mencoba memainkan Enslaved.

———————————————————–

Score:

Gameplay: 8.0 (Udah lama sepi platforming nih)

Graphic: 8.0 (Bagus walaupun agak kasar)

Story: 9.0 (Journey to the West with a twist!)

Music & Sound: 8.5 (Mantab! Voice-over nya terutama!)

Replay Value: 7.5 (Yaah, kalau bosen aja)

Overall: 8.5 (Keren nih game!)

Website:

Enslaved.Namco.com

%d blogger menyukai ini: