Review Bulletstorm


Di sela-sela waktu dalam pembuatan Gears of War 3, Epic Games (bersama dengan People Can Fly — developer dibalik game Painkiller) masih sempat membuat sebuah game baru yang tidak kalah gory dan jauh lebih konyol.

And its name is Bulletstorm

Lengkap dengan ad campaign yang sangat konyol seperti membuat jayus-jayusan dari trailer diorama Halo 3 (trailer aslinya untuk perbandingan) bahkan sampai membuat game untuk meledek Call of Duty, Duty Calls, yang dapat Anda download disini. Dengan kampanye yang heboh, apakah Bulletstorm mampu mengimbangi atau bahkan menghabisi para kompetitornya? Mari kita lihat review saya tentang game ini.

 

Man-eating plants = WIN!

Jika Anda pikir assault rifle dengan bayonet berupa gergaji mesin di Gears of War sudah cukup aneh, maka Anda harus memainkan game ini. Mengingat sepak terjang People Can Fly dalam Painkiller, saya sudah tidak heran dengan pilihan senjata yang tersedia. Dalam permainan Anda akan dilengkapi dengan beberapa pilihan senjata yang cukup unik, seperti shotgun dengan empat laras, grenade launcher yang menembakkan granat yang diikatkan kerantai, bahkan seperti di film Wanted, ada sniper rifle yang pelurunya dapat dikendalikan. Tidak hanya itu, tiap senjata dilengkapi dengan alternate fire mode yang membuat pilihan senjata yang sedikit jadi tidak terasa membosankan.

BOOM, Headshot!

Bagi yang sudah bosan dengan tembak-tembakan biasa, People Can Fly menyediakan fitur tambahan untuk membuat pemain tidak cepat bosan dan terus melakukan inovasi. Fitur ini disebut sebagai “Skillshot”. Skillshot merupakan fitur utama dari game ini, yang membedakan game ini dari FPS satndar. Anda bisa saja memainkan game ini layaknya FPS biasa, tapi kalau begitu, buat apa Anda memainkan Bulletstorm? Mendingan main Call of Duty, Battlefield, atau Crysis saja! Bagaikan orang mau minum kopi susu tapi cuma minum susunya saja. Lagipula Skillshot membuat permainan jauh lebih menyenangkan dan hasilnya pun bermanfaat. Dengan memanfaatkan fitur ini, Anda akan mendapat poin yang bisa digunakan untuk meng-upgrade senjata dan membeli amunisi. Cara mendapatkan poinnya juga tidak sulit. Semakin “kreatif” cara Anda dalam menghabisi lawan-lawan Anda, poin yang didapat pun akan semakin besar. Tendang musuh ke kaktus! 100 poin. Headshot! 50 poin. Ledakkan beberapa musuh bersamaan! Bam, 25 poin/orang. Semakin heboh semakin besar pula poinnya! Udah kayak iklan bank aja… Dan yang harus diingat yaitu tiap senjata memiliki Skillshot yang berbeda-beda dan juga karakter Anda dilengkapi dengan cambuk dan tendangan yang dapat digunakan untuk mengkreasikan Skillshot. Jadi pemain bisa terus mencoba cara-cara “kreatif” dalam menghabisi musuh.

Subtitle: You, you dirty motherfucker!

Expect a shitload of these...

Tidak lupa pula untuk menambah kegaduhan (selain serangan monster raksasa dan ledakan-ledakan besar), game ini dipenuhi dengan umpatan-umpatan dan joke yang agak kasar dan vulgar (yang kadang agak absurd). Saya sih tidak masalah dengan hal seperti ini tapi bagi mereka yang kurang suka dengan hal-hal seperti ini mungkin bisa menjadi nilai minus dalam penilaian mereka.

Walaupun Bulletstorm masih belum mampu merombak sistem standar FPS tapi upaya People Can Fly dalam menyediakan game yang menarik patut diacungi jempol… jika Anda bisa tahan dengan umpatan-umpatan yang tersebar bebas bagai daun-daun berguguran. (Apaan sih?!)

———————————–

Score:

Score:

Gameplay: 8.5 (Fitur Skillshot menambah keasikan bermain)

Graphic: 8.0 (Unreal Engine memang bagus)

Story: 7.5 (Sedikit twist dandeus ex machina!)

Music & Sound: 7.5 (Nggak ada yang istimewa tapi voice-over nya lumayan bagus)

Replay Value: 7.5 (Skillshot menambah replay value)

Overall: 8.0 (Paling tidak cukup berbeda dari “lawan-lawan”nya)

Website:

Bulletstorm.com

%d blogger menyukai ini: