Review Homefront


Yaaa, dari minggu lalu StoPlayinGame nggak update-update karena semua “awak kapal” harus menghadapi UN. Dan berhubung sudah selesai, mudah-mudahan mulai dari minggu ini (atau minggu depan), kegiatan update meng-update (?) bisa kembali lancar. Oh iya, doakan kita-kita supaya lulus dengan hasil sebaik-baiknya ya! Anyway, back to the topic!

Review, yaaay!

AS diserang dan dikuasai oleh kekuatan Korea Utara yang berhasil menyatukan seluruh daratan Korea! Plot yang kedengarannya unik dan seru, bukan? Dan jangan salah, yang bertanggung jawab dalam menulis ceritanya yaitu penulis Red Dawn dan Apocalypse Now, John Millus.

Sounds fun, right? No, it’s not.

Pas pertama kali mencoba game tentu saja yang paling kelihatan yaitu gambarnya. Nggak begitu jelek memang, tapi juga nggak bagus. Sedikiit dibawah rata-rata lah. Dan yang agak mengganggu kalau karakt

er, baik Anda maupun karakter lain, sedang merapat ketembok, nanti akan muncul outline yang agak nge-blur. Mungkin maksudnya bayangan, cuman jelek sekali hasilnya. Tapi kalau hanya masalah grafik saya bisa memberi toleransi lah, asal gameplay dan beberapa hal lain masih menarik. Sayangnya tidak. Gameplay yang sangat standar, seperti yang Anda harapkan dari sebuah FPS, diperparah dengan gerakan karakter yang sangat tidak enak. Nggak tau saya itu kenapa tapi gerakan karakter rasanya sangat berat. Benar-benar mengganggu. Senjata-senjata yang ada juga sama sekali tidak terasa bervarasi, semuanya kurang lebih mirip kecuali ukuran amunisi untuk machine gun. Ketika digunakan pun terasa sangat aneh, entah kenapa. Dan juga game ini dipenuhi oleh grenade spam dan hit detection yang mengesalkan.

Darimana para pemberontak bisa dapat senjata itu?!

Cerita yang kedengaran menarik pun terasa sangat “bohong” dan ujung-ujungnya malah jadi mengesalkan. Apalagi selama promosinya, mereka sudah bilang mengumbar tentang “riset” dan sebagainya. Mengutip dari wawancara GameReactor UK dengan Tae Kim, konsultan untuk Kaos Studos:

From today to the day the invasion starts in the game, if you combine everything, the odds are very very slim this becomes true. But when you look at the storyline step by step, every step is a coinflip but a plausible step. So once you get there, it’s plausible.

Plausible my ass. Serius, semua hal terdengar sangat dibuat-buat, terutama jika Anda membaca timeline-nya. Belum lagi jika Anda sudah mencoba memainkan gamenya. Amerika dikuasai oleh pasukan Korea yang sangat tidak kompeten?

Dan jika ada yang bilang: “Game ini ceritanya memang fiksi, atmosfer dan suasananya yang harus diperhatikan!”. Oke, kita lihat. Sayangnya hal yang sama juga berlaku untuk bagian itu. Semuanya terlihat sangat berantakan. Saya tahu, pasti memang itu tujuan para developer, memperlihatkan kehancuran yang terjadi karena Amerika diserang. Tapi yang berantakan maksud saya itu desain levelnya! Nggak jelas harus kemana. Indikator objective juga tidak banyak membantu.

Ditembakin ya? Kasiaan...

Terutama kalau lagi ada event karakter ngomong dengan karakter lain. Bagus memang karakter kita tidak “dipaksa” untuk diam ditempat dan cuman mantengin mereka ngobrol, tapi sayangnya hal itu malah membuat saya jadi terdistraksi dan tidak memperhatikan obrolan mereka (yang cukup penting), malah ngobrol dengan NPC-NPC lain yang berkeliaran. Pas udah selesai, eh karakter yang lain sudah pada hilang. Bicara soal suasana, saya juga tidak merasakan apa-apa ketika segala macam kekacauan sedang terjadi. Diperparah dengan voice-acting yang sering kali tidak hidup, terasa sangat kaku. Menurut saya Modern Warfare masih mampu memberikan suasana invasi yang jauh lebih seru. Karakter-karakter yang ada juga kurang memorable.

Yah paling tidak loading screen-nya menunjukkan gambar-gambar concept art yang lebih “hidup” dan beberapa level seperti misi menggunakan helikopter dan misi terakhir masih cukup menyenangkan. Oh ya, menurut beberapa review, fitur multiplayer-nya lebih menonjol, mungkin itu bisa menjadi penyelamat game ini.

———————————–

Score:

Score:

Gameplay: 6.0 (FPS standar. Gerakan yang “berat” sangat mengganggu)

Graphic: 6.0 (Meh…)

Story: 5.0 (Plausible alternate reality my ass…)

Music & Sound: 6.5 (Meh…)

Replay Value: 0 (Gak mau main lagi saya)

Overall: 5.5 (Ambisius memang, tapi hasilnya sangat kurang memuaskan)

Website:

Homefront-Game.com

%d blogger menyukai ini: