Review L.A. Noire


Yow sudah lama nggak ada review game ya? Yah berhubung lagi ngurusin “masalah akademis” dan sebagainya, waktu main saya jadi agak berkurang. Anyway, baru aja saya sempet namatin game keren yang sudah menjalani pengembangan selama tujuh tahun yang berjudul L.A. Noire.

Serius deh, keren banget nih game

Baca review-nya, after the break.

Terinspirasi dari film-film noir, L.A. Noire menggunakan latar belakang pasca Perang Dunia II pada tahun 1940an serta mengambil tema-tema yang “kelam” seperti kekerasan, pembunuhan, seks, narkoba dan korupsi. Dalam menjelajahi dunia L.A. Noire yang kurang bersahabat, kita akan berperan sebagai Cole Phelps, veteran perang dan sekarang menjadi seorang polisi. Selama perjalanannya dalam meniti karir, Cole akan mengungkap berbagai macam konspirasi yang akan mengancam karir dan nyawanya. Yah itulah gambaran singkat mengenai game ini.

Say cheese!

Dalam permainan, Cole yang awalnya hanya polisi biasa akan mengungkap dan menyelesaikan suatu kasus yang kemudian membuatnya naik pangkat ke posisi detektif. Dan selama menjadi detektif, Cole akan ditugaskan ke empat departemen kepolisian yang berbeda-beda: Traffic, Homicide, Vice, dan Arson. Traffic akan berhubungan dengan kecelakan kendaraan atau jalan raya, Homicide menangani kasus-kasus pembunuhan, Vice menyelidiki kasus penyalah-gunaan narkoba, dan Arson menyelidiki kasus-kasus pembakaran rumah. Dan di tiap departemen, kita akan ditemani oleh partner yang berbeda. Masing-masing departemen terdengar sangat acak dan tidak berhubungan, bukan? Jangan salah, nantinya Cole akan menemukan suatu petunjuk yang akan menghubungkannya beberapa macam kasus dengan konspirasi terbesar… yah yang pernah dia lihat, paling tidak.

Berbicara soal kasus, inilah bagian penting dari L.A Noire. Ketika sampai di TKP, kita harus mencari barang bukti atau petunjuk-petunjuk yang berhubungan dengan kasus tersebut. Biasanya petunjuk-petunjuk dasar (seperti mayat atau jejak kaki pelaku) sudah ditandai oleh polisi-polisi lain, tapi kadang kali kita harus mencari sendiri barang bukti vital yang akan membantu kita mempercepat pekerjaan. Untungnya game ini cukup baik dalam membantu kita mencari petunjuk. Menggunakan getaran dan musik, kita akan tahu apakah kita sedang berada dekat dengan suatu benda. Tapi karena game ini agak menitik-beratkan pada bantuan getaran dalam pencarian petunjuk, bagaimana versi PC-nya ya?

"Wah ini kok tagihan nunggak mulu sih mas?"

Mengumpulkan barang bukti atau petunjuk merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari game ini, karena selain mengumpulkan kita harus tahu kapan untuk menggunakannya ketika melakukan interogasi. Dan ketika memeriksa suatu barang bukti, kita dapat menggunakan analog untuk memperlihatkan informasi penting yang terdapat di benda tersebut. Beberapa benda juga dapat dibuka atau dilipat untuk memperlihatkan bukti yang tersembunyi.

Setelah barang bukti, kita juga harus berhadapan dengan saksi mata atau tersangka untuk menginterogasinya dan di sini lah facial animation L.A. Noire akan berperan penting. Menggunakan teknologi MotionScan, L.A. Noire mampu membuat wajah semua (ya, semua) karakter dalam game terlihat sangat hidup dan kita harus mampu memanfaatkan fitur ini untuk menilai apakah orang itu mengatakan hal yang jujur atau dia berbohong. Jika jujur biasanya mereka hanya akan berwajah datar setelah mengucapkan kesaksiannya, tapi jika berbohong kita dapat melihatnya, mungkin bola matanya tidak mau diam, mulutnya agak bergetar, atau mengerutkan dahi. Tapi kadang-kadang ada juga orang yang susah dibaca wajahnya atau tidak tahu harus memilih jawaban apa dan akhirnya menemukan jalan buntu, kita akan memerlukan bantuan dari “Intuition” milik Cole.

Intuition sangat berguna karena akan menghapus satu jawaban yang tidak diperlukan dan “menghapus” beberapa petunjuk yang tidak berguna dalam pertanyaan yang diajukan. Intuition juga dapat digunakan ketika kita menyelidiki TKP untuk menunjukkan barang bukti atau petunjuk yang tersebar di TKP tersebut. Totalnya kita bisa menggunakan Intuition sebanyak lima kali dan akan terisi lagi tiap kita naik level. Level disini tidak terlalu penting karena hanya akan membuka baju yang dapat digunakan oleh Cole.

"Serius pak, saya nggak korupsi duit cuman korupsi waktu!"

Sayangnya, kita akan sangat bergantung pada Intuition karena banyaknya petunjuk yang sudah diperoleh dan kita tidak tahu apakah petunjuk tersebut bisa digunakan. Tentunya kalau kita berhasil menjawab menjawab pernyataan dengan tepat akan terasa lebih menyenangkan tapi masalahnya seringkali tidak jelas mana yang harus kita pilih.

Ketika sedang menangani kasus, kita akan dipaksa mondar-mandir kesana-kemari untuk mencari-cari petunjuk atau menanya-nanyai (atau kejar-kejaran dengan) saksi mata atau tersangka yang berhubungan dengan kasus. Selama jangka waktu itu kadang-kadang kita akan bisa menangani misi sampingan yang disebut sebagai Street Crime. Street Crime ini bervariasi, kadang ada perampokan bank, penyanderaan, kasus KDRT, atau hanya orang iseng. Karena relatif cepat diselesaikan dan lebih berorientasi kearah action, Street Crime bisa menjadi selingan yang cukup menyenangkan.

Saya hanya bisa terkejut dan memberi selamat kepada Team Bondi dan Rockstar Games selaku developer game ini karena mampu membuat sebuah game open-world yang sangat story-driven. Memang pace game ini cukup lambat jika dibandingkan dengan genre sejenis dan juga kontrol karakter awalnya terasa agak kurang nyaman, tetapi penuturan dan alur yang menarik kita akan merasa terbawa ke dalam petualangan Cole Phelps dan akan terus bertanya “Apa yang akan terjadi selanjutnya?!”. Pihak developer juga mampu menggabungkan gameplay standar seperti shooting, point-and-click (dalam mencari petunjuk), dan driving ke dalam suatu paket yang unik dan menambahkan tambah-tambahan kecil untuk mewarnai game ini, seperti bantuan getaran dan lagu ketika mencari petunjuk atau melihat partner kita berusaha menembak ban ketika mengejar tersangka.

Untuk menutup review ini, saya hanya punya satu kata: BELI. Anda tidak akan kecewa.

"Beli loe, atau gue jeder!"

———————————————————–

Score:

Gameplay: 8.0 (Team Bondi dan Rockstar mampu mem-polish gameplay sandbox standar dan menjadikannya cocok dengan dunia L.A. Noire)

Graphic: 9.0 (Muka orang-orangnya… keren!)

Story: 8.5 (Awalnya agak lambat, tapi ketika sampai pertengehan Anda akan selalu bertanya-tanya tentang adegan selanjutnya)

Music & Sound: 9.0 (Lagu jazz-nya sangat cocok untuk mengiringi game ini dan feedback mencari petunjuknya unik)

Replay Value: 8.0 (Cukup menyenangkan)

Overall: 9.0 (Serasa nonton film!!)

Website:

RockstarGames.com

4 Tanggapan so far

  1. 1

    Asop said,

    Woooow udah maenin dan tamaaat???😀😀
    Luar biasa!😀

  2. 2

    Unit 076 said,

    @Asop: Yah itu mainnya musti agak sabar tuh soalnya mulai serunya ditengah-tengah.
    Bentar lagi di PC bakal muncul kok!

  3. 3

    […] di balik salah satu game terbaik tahun ini, L.A. Noire, secara resmi sedang dalam proses “penutupan”. Studio yang bersangkutan telah […]


Comment RSS

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: