Event Report: Jakarta Game Show, Hari Kedua


Maaf nih, kemarin kami nggak bisa datang ke Jakarta Game Show padahal udah dapet nametag bertuliskan “Special Guest”. Jadi nggak enak juga rasanya. Dan juga karena post Event Report ini sangat telat… Anyway, let’s stop chatting and start talking about games!

Kami sampai di Jakarta Convention Center pada jam 3an dan tempat tersebut sudah terlihat sangat ramai. Yah pemandangan seperti itu memang tidak aneh karena ini merupakan salah satu event yang berhubungan dengan video game yang tersebar di Indonesia, apalagi mengingat event Jakarta Game Show ini diadakan bersamaan dengan pameran komputer Indocomtech.

Saya hanya berpikir, “Wah rame nih, bisa nyoba-nyoba game nggak ya?”

Setelah melewati kerumunan orang dan sampai di Plenary Hall, tempat diadakannya Jakarta Game Show 2011…

Hmm, ada panggung nggak jelas...

...sepi juga...

...Oh, ternyata di dalam cukup rame!

Karena kami tidak begitu tahu mau mencoba game apa, kami memutari Plenary Hall untuk melihat-lihat (sekaligus menunggu seorang teman lagi) berbagai macam stand yang menunjukkan berbagai macam game online, mulai dari Canaan, Counter-Strike Online, FIFA Online, Dragonica, SteamOps, sampai game karaoke online pertama di Indonesia, Showtime.

Yah layarnya ketutupan...

Sayang game arcadenya cuma ini

Bingung mau mencoba yang mana, akhirnya kami memutuskan pergi ke stand milik Sony (yaah, mungkin kita memang perlu lebih memperhatikan perkembangan game online di Indonesia…). Di sana selain beberapa merchandise, Sony menunjukkan beberapa game konsol terbaru seperti Tekken Hybrid, King of Fighters XIII, Resistance 3, dan Uncharted 3. Berhubung teman kami sudah datang dan demo Uncharted 3 lagi kosong, saya langsung mencobanya.

Merchandise Sony

Level yang saya mainkan menempatkan Drake si karakter utama bersama gurunya, Sully, di sebuah bangunan tua. Setelah menghabisi beberapa musuh, tiba-tiba Drake melihat beberapa orang yang sedang berusaha membakar bangunan tersebut. Api pun dengan cepat merambat keseluruh arah, dan Drake langsung berusaha kabur dari tempat itu.

Aduh layarnya ketutupan

Setelah bersusah-payah bergelantungan, menghabisi kroco-kroco yang mengganggu, dan menyaksikan cutscene-cutscene (yang nyempil diantara permainan) yang memperlihatkan Drake dan gurunya berjuang antara hidup dan mati di tengah-tengah gedung tua yang akan segera habis dilalap api, tiba-tiba… PET! Layar hitam. Dan saya dibawa kembali ke main menu. Ah, ternyata cuma demo…

Dan saya cukup terkesan! Grafisnya bagus dan halus, animasi memanjat dan pertempuran tangan kosongnya sangat dinamis, Drake juga memiliki animasi “tersandung” jika mendarat setelah melompat, dan quick time event dan cutscene juga terasa sangat menyatu dengan keseluruhan game-nya. Sayangnya agak susah dalam mencari jalan karena kurangnya petunjuk dan gameplay tembak-menembaknya terasa kurang mantap. Akhirnya saya lebih memilih melakukan aksi baku-hantam sambil diberondongi peluru-peluru. Terasa seperti memainkan film action.

Setelah itu kami menghabiskan sekitar 30 menit lebih untuk mengisi perut di luar. Sesampainya kembali di dalam, jumlah pengunjung di Indocomtech masih terlihat ramai, sementara itu terasa ada pengurangan pengunjung dalam bagian Jakarta Game Show. Beberapa stand game terlihat mulai menyepi dibandingkan dengan sebelumnya, salah satunya adalah stand Garuda Games yang memajang SteamOps. Mumpung sepi, saya pingin tahu, apa sih yang ditawarkan oleh game third-person shooter bertema steampunk buatan lokal ini?

Awalnya kami diharuskan membuat akun dulu, tapi setelah selesai membuat akun dan berusaha login ke game, saya gagal terus. Akhirnya saya mencoba SteamOps menggunakan akun milik danjo1402.

Masih dalam tahap beta, animasi gerakan karakter sudah terasa cukup baik, tidak terlalu cepat maupun terlalu lambat. Game ini menyediakan empat buah senjata dalam permainan, pistol, shotgun, gatling gun, dan sniper rifle, dan dua senjata terakhir membuat gerakan karakter menjadi lebih lambat. Selain menembak, karakter kita juga bisa melakukan serangan melee one-hit-kill, yang memberikan animasi karakter kita menghabisi karakter lawan dalam jarak dekat dengan cukup sadis, seperti menusukkan sniper ke perut lawan (disertai sedikit semburan darah). Sayangnya tembakan senjata terkadang masih terasa urang konsisten. Saya sudah menembak ke arah musuh ataupun tembok/lantai, tapi tidak menimbulkan efek apapun. Di sekitar arena pertempuran juga ada beberapa ranjau yang tersebar, tapi walaupun sudah diberikan efek bersinar, ranjau-ranjau tersebut masih kurang menyolok mata, jadi kadang agak susah dihindari, apalagi untuk pemain baru. Tapi over-all, game ini sudah cukup bagus.

Kayaknya asik amat mas

Penasaran dengan Resistance 3, kami kembali ke stand Sony. Dan sesampainya di sana, ternyata booth Resistance telah dilengkapi PS Move dan light gun, “Lumayan nih, nyoba Resistance sekalian kompatibilitasnya dengan PS Move!”. Cukup menyenangkan memang, memainkan game FPS menggunakan wand PS Move yang dipasang ke light gun, tapi sayangnya untuk menggerakkan kamera, kita harus mengarahkan crosshair ke luar dari batas layar. Yap, crosshair-nya tidak diam di tengah-tengah layar, membuat saya kewalahan hanya untuk mengubah pandangan karakter kesamping. Penjaga booth-nya juga mengiyakan, “Mungkin setting-an nya harus diubah. Biasanya [crosshair] diam di tengah, kan?”

Dikepung sekelompok Chimera yang menyerang dari dekat, saya jadi tidak berkutik. Setelah lengan saya terasa pegal, akhirnya saya menyerah dan melanjutkan perjalanan mengitari Jakarta Game Show. Mau nyoba Tekken, rame. Mau nyoba King of Fighters, ini dua orang nggak selesai-selesai (apa orang lain ya tadinya?). Ya sudah, kami mencoba game online saja.

Ada Kinect juga!

Pas lagi muter-muter saya ngeliat ada Kinect. Cuman sayangnya game yang dipasang game dansa Just Dance, jadi saya malas mencobanya. Cuman bukan berarti Microsoft pasang stand di Jakarta Game Show lho…

Kembali ke game online, pertama-tama saya mencoba game balap Drift City. Gaya gambar cell-shading nya mengingatkan saya pada game Choro Q, atau yang lebih dikenal sebagai Road Trip. Memiliki latar belakang cerita yang agak absurd dan maksa (di sebuah pulau yang penuh dengan energi alternatif, bermunculan mobil-mobil misterius yang bisa bergerak tanpa pengemudi, jadi dibentuk lah sebuah tim untuk mengurus hal tersebut), sesuai judulnya, game balap ini menekankan pada unsur drift untuk melakukan belokan dengan memencet tombol Shift + panah kiri/kanan. Jika Anda sudah melakukan cukup drift, mobil Anda bisa menambah kecepatan dengan boost dengan memencet CTRL + panah atas. Dan agak nggak penting, walaupun karakter-karakter manusianya nggak kelihatan, tapi dengan gaya gambar bergaya anime mungkin bisa menarik perhatian. Hei, saya saja suka dengan desain karakter polwan-nya!

Setlah itu kami encoba game balap lain. Bukan game balap yang menggunakan kendaraan, tapi game balap bergaya parkour dengan gaya gambar cell-shading (juga), yang berjudul Freejack. Setelah membuat akun dan login, maka Anda diharuskan memilih salah satu karakter. Tiap-tiap karakter memiliki status yang berbeda-beda. Untuk menyelesaikan suatu balapan, kita tidak hanya berlari dengan tobol panah saja, tetapi juga melompati berbagai macam halangan, memanjat, berlari di dinding, dan melewati pipa-pipa dengan menggunakan tombol SPACE. Agar lompatan kita berhasil dengan baik, kita harus segera menekan SPACE ketika karakter sampai pada garis kuning atau terus menekan SPACE untuk memanjat sebuah tali. Sementara itu ketika berjalan di dinding agar karakter tidak jatuh kita harus memencet panah atas terus-terusan.

Sayangnya kami tidak sempat mencoba game online lain dan kemungkinan besar datang ke Jakarta Game Show lagi hanya pada hari Sabtu besok. Yah semoga besok kami bisa mencoba lebih banyak game lagi. Dan ternyata saya baru sadar ada stand buat game mobile setelah meriksa-meriksa hasil jepretan. Sial kau danjo1402!!

Dan katanya ada Cosplay Competition, cuman yang saya lihat kok yang nge-cosplay cuma buat promosi game aja ya?

Oh nggak, kita nggak kenal mereka,kita cuman ikut-ikutan motret aja...

3 Tanggapan so far

  1. 1

    […] asli bisa dilihat di blog StoPlayinGame Written by Unit076 4 November 2011, 15:22 Leave a comment 0 views Tweet […]

  2. 2

    Asop said,

    Acara ini belum sebesar Tokyo Game Show atau E3 ya….:mrgreen:

  3. 3

    Unit 076 said,

    @Asop: Wah jelas belum lah mas😀
    Apalagi kalau mengingat pasar game yang paling berkembang di Indonesia kan game online. Walapun banyak variasi dan pelanggan, tapi industrinya nggak “seheboh” game-game konsol, handheld, ataupun PC yang berskala besar. Konsol aja yang sudah launching secara resmi disini cuma PS3 aja…


Comment RSS

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: