Event Report: Jakarta Game Show, Hari Keempat


Pertama-tama saya ingin meminta maaf karena kualitas foto-foto yang sangat ambil sangat jelek. Bukan hanya dari kualitas gambar tapi juga kualitas pemotretan. Ya apa boleh buat, karena a) saya bukanlah tukang motret, b) saya mengambil foto menggunakan handycam kecil, c) si danjo1402 nggak bisa dateng, jadi nggak ada tukang fotonya! Blame him!!

Anyway… *menghela napas*

Hari ini Plenary Hall Jakarta Convention Center, tempat diadakannya event Jakarta Game Show 2011, terasa sangat ramai karena dipadati pengunjung. Saya memang sudah mengharapkan hal tersebut, apalagi mengingat ini hari Sabtu dan sudah mendekati penutupan Indocomtech dan JGS 2011. Tapi keramaiannya melebihi ekspektasi saya.

Saya (hampir) nggak bisa mencoba game apapun.

Padahal baru jam 12an lebih! Saya sebenarnya sudah sampai sejak jam 12 kurang, tapi karena menunggu seorang teman dulu, jadi masuknya agak terlambat.

Memasuki ruang Plenary Hall, saya menyadari bahwa selain Dance Dance Revolution, mereka juga menambahkan dua mesin arcade lain, Tekken 6 dan game arcade Hello Kitty nggak jelas.

...dan ada juga Hello Kitty jangkung yang aneh (untungnya bukan kostum)

Setelah muter-muter nggak jelas dan bingung mau ngapain karena ternyata area buat mencoba game-game online gratis digunakan untuk pertandingan FIFA Online, kami memutuskan untuk mendekati suatu kerumunan di dekat panggung. Ternyata lagi ada pertunjukan dance.

Saya mengambil beberapa gambar (dengan hasil yang sangat tidak memuaskan) dan perhatian saya agak teralihkan karena disebelahnya ada stand Nusantara Online. Sayangnya, komputernya belum disiapkan untuk demo gameplay, jadinya saya cuma mengambil CD instalasi saja. Kemudian teman saya ingin melihat game-game yang ada di booth Sony, tapi karena tempat tersebut juga dipadati pengunjung dan semua orang sedang mencoba game-game yang ditawarkan disana, akhirnya kami muter-muter lagi.

Karena saya datang setelah kuliah dan belum makan siang, jadi kami keluar lagi untuk mengisi perut sekalian melihat-lihat stand-stand komputer di Indocomtech.

Ketika kami menuju ke JGS lagi, ternyata “panggung nggak jelas” yang saya bilang kemarin digunakan sebagai tempat pertandingan Dance Dance Revolution (dan ternyata kita boleh tanda tangan di panggungnya! Sial, kesempatan iklan gratis hilang!!)

Ah, fotonya nge-blur banget!

Kembali kedalam, keadaan belum berubah, “area bermain” masih digunakan sebagai “area pertempuran” para pemain game online. Kehebohan pun bertambah setelah stand-stand lain seperti Dragonica Online juga mengumumkan tentang kompetisi yang akan diadakannya. Untungnya demo Tekken Tag Tournament 2 di booth-nya Sony sempat kosong! Karena saya cupu dalam game fighting, teman saya yang mencobanya.

Dari yang saya lihat, demo Tekken Tag 2 yang akan di-bundle bersamaan dengan film animasi Tekken: Blood Vengeance dan versi HD Tekken Tag 1 ini baru hanya menunjukkan empat karakter playable: Xiaoyu, Alisa, serta Devil Jin dan Kazuya. Selebihnya soal gameplay… entahlah, saya bukan pemain Tekken, jadi saya juga kurang tahu. Tapi berdasarkan yang saya dengar dari penonton lain, katanya baju karakter bisa kotor selama pertarungan. Mengutip pernyataan mas-mas itu: “Liat tuh, bajunya Xiaoyu kotor, kan?”

Yep, sounds creepy as hell.

Itu berbayang bukan jurus, cuman kameranya abal...

Saya ingin mencoba game ekslusif PSN, Rocketbirds: Hardboiled Chicken, yang ada disebelahnya, tapi ada bocah yang sedang memainkannya. Ya sudah, akhirnya kami kembali berkeliling. Dan jangan salah, walaupun judulnya terasa seperti game semacam Angry Birds (dan memang menyertakan seekor ayam berwajah garang sebagai karakter utama), Rocketbirds merupakan game side-scrolling action 2D dengan desain visual yang terlihat cukup bagus. Akan saya bahas lebih lanjut nanti.

Karena kemarin nggak kesampaian ke booth mobile gaming, saya langsung kesana. Setelah sedikit puas mengotak-ngatik fitur Xperia Play, saya mencoba FIFA. Pinginnya sih nyoba game lain macam Minecraft, tapi yang bisa cuma FIFA. Bahkan Crash Bandicoot yang sudah ada dari sananya juga nggak bisa dimainin…

Bermain FIFA di Xperia Play terasa seperti… memainkan FIFA biasa. Tidak ada yang spesial, kecuali tombol mengganti pemain menggunakan X bukan Segitiga. Dan menggerakkan pemain menggunakan touchpad sebagai pengganti analog stick terasa agak aneh. Cukup responsif, tapi karena datar jadi rasanya tidak natural sama sekali.

Setelah itu saya menontoni seorang bocah yang memainkan game Ape Escape untuk PS Move yang berbahasa Jepang. Nggak penting memang, tapi sudah lama saya nggak lihat monyet-monyet gila itu beraksi.

Kembali ke booth Sony (karena penasaran dengan Rocketbirds dan area bermain masih penuh), akhirnya saya bisa memainkan Rocketbirds.

Seperti yang telah saya bilang, game eksklusif Playstation Network ini merupakan game 2D action side-scrolling dengan grafis yang menarik dan cerita yang aneh. Dalam dunia yang dipenuhi karakter unggas humanoid, game ini bercerita tentang seorang tentara ayam super ber-jetpack yang berhasil melepaskan diri dari doktrin pasukan pinguin yang jahat.

This blurry image won't do the game any justice...

Menggunakan gaya gambar kartun yang cukup simpel untuk karakter dan gambar background yang cukup detil, gerakan karakter baik si karakter utama, Hardboiled Chicken, maupun karakter-karakter musuh dan pendukung terasa halus. Game ini juga dilengkapi cutscene-cutscene penuh aksi yang cukup memikat sampai beberapa kali orang yang lewat juga berhenti sejenak untuk menontonnya (terutama anak-anak). Dan mungkin juga mbak-mbak SPG juga ikut menontonnya, tapi mungkin karena berdiri terus dan tampil cantik merupakan tugas yang membosankan.

Selama berjalannya permainan Hardboiled Chicken akan menemukan senjata lain selain pistol seperti SMG dan shotgun, yang mana sebuah bar ammo akan dibagi untuk amunisi semua senjata yang kita pegang. Jadi jika menemukan amunisi yang tergeletak tidak perlu bingung harus digunakan untuk mengisi amunisi senjata yang mana. Lumayan menariknya, kita juga bisa men-juggling musuh menggunakan senjata. Jika musuh sudah mati maka bulu-bulu akan berterbangan dari badannya dan musuh tersebut juga akan menjatuhkan sebuah kecil ammo.

Game ini juga memiliki beberapa puzzle sederhana yang memerlukan sedikit back-tracking untuk mengambil benda ditempat yang tadinya tertutup. Untuk mengatasi puzzle, kita juga dilengkapi dengan sebuah granat pengontrol pikiran. Musuh yang terkena efek granat tersebut dapat kita kendalikan sampai mati atau kita perintahkan untuk bunuh diri.

Ada juga fitur co-op, tapi sayangnya stik yang tersedia cuma satu jadi saya tidak bisa mencobanya. Over-all, kalau saya punya PS3, kemungkinan saya akan membeli game ini. Cukup susah untuk mencari game 2D bagus yang juga juga memiliki sedikit unsur puzzle.

Sayangnya hari ini saya tidak sempat mencoba game online apa pun karena tempat bermainnya baru “sedikit” menyepi ketika saya mau pulang pada jam 3.30.

Tapi paling nggak saya jadi tahu ada LEGO Toy Story dan stik khusus Uncharted 3 juga dijual disini!

Baru tahu saya benda ini ada

Saya kira stik ini cuma rilis di Jepang saja

1 Response so far

  1. 1

    Andros said,

    wah seru juga.. sialnya tadi ada asis nih gw jadi ga bisa ikut.. pdhl abis game fair mau liat2 ke indocomtech tuh sekalian


Comment RSS

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: