Oot(G)B: Real Steel


Dalam Out of the (Gaming) Box, kami akan membahas hal-hal menarik selain video game. Baik itu buku, komik, mainan, film, musik, atau hal-hal lainnya… bahkan celana dalam. Ya, jika kami menemukan celana dalam yang unik, akan kami ceritakan disini. ———————————————————————–

Bagaimana jadinya kalau mainan/video game Rock ‘Em Sock ‘Em Robots ada adaptasi filmnya? Tidak seperti film dari serial mainan lain macam Transformers ataupun G.I. Joe, judul filmnya bukan lah Rock ‘Em Sock ‘Em Robots.

Melainkan, Real Steel

Ya saya tahu kalau film ini merupakan adaptasi dari cerita pendek berjudul “Steel” karya Richard Matheson dan tidak 100% mengikuti cerita aslinya yang jauh lebih brutal, serta tidak seperti Rock ‘Em Sock ‘Em Robots, pertandingan robot dalam Real Steel tidak memperbolehkan senjata dalam pertandingan.

Dalam film ini Hugh Jackman berperan sebagai seorang mantan petinju yang beralih menjadi peserta pertandingan tinju robot yang kurang beruntung. Setelah mendengar kabar bahwa mantan pacarnya meninggal, dia jadi harus mengurus anaknya selama musim panas setelah membuat suatu kesepakatan dengan pamannya yang ingin mengadopsinya. Singkat cerita, akhirnya hubungan ayah-anak tersebut semakin kuat seiring berjalannya cerita.

Hugh Jackman melatih robotnya, Atom

Ceritanya memang sangat mudah ditebak, bagaimana Hugh Jackman bakal kalah di pertandingan robot, bagaimana perkembangan hubungan ayah-anak tersebut, bagaimana si bocah dapat memenangkan pertandingan pertamanya, bahkan saya sudah dapat menebak hasil pertandingan terakhir. Tapi yang membuat film ini menyenangkan bukanlah dari sisi cerita yang agak klise, melainkan jalannya pertandingan tinju robot yang menjadi tema film ini.

Pertandingan tinju robot diarahkan dengan sangat bagus, seperti menonton tinju tapi jauh lebih brutal. Bahkan selama saya menonton film ini kemarin di bioskop, banyak penonton yang ikut terbawa suasana hingga ikut bertepuk-tangan. Desain robotnya juga keren-keren dan tiap robot memiliki ciri khas yang berbeda-beda, bahkan untuk robot-robot figuran sekalipun. Kombinasi penggunaan animatronic dan CG yang seimbang membuat robot-robot tersebut terasa lebih nyata.

Adegan humor juga tidak lepas. Bagaimana pun juga film ini adalah film drama keluarga, jadi walaupun bukanlah jenis humor yang dapat membuat Anda tertawa terpingkal-pingkal, tapi melihat si bocah menari bersama robot (yang kemudian menjadi salah satu ciri khasnya ketika memasuki ring) bisa membuat Anda tersenyum.

ki-ka: Noisy Boy dan Midas

Akhir kata saya cukup merekomendasikan film ini untuk ditonton baik sendirian, bersama teman, kekasih, maupun keluarga Anda. Bahkan menurut saya adegan pertempuran antar robot dalam film ini JAUH lebih seru daripada melihat onggokan mesin mobil berguling-guling dan meledak dalam suatu kekacuan yang disebut Transformers: Dark of the Moon.

And if you’ll excuse me, I’m going to play Rock ‘Em Sock ‘Em Arena.

1 Response so far

  1. 1

    Skidrow said,

    XBOX 720 !!


Comment RSS

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: