Oot(G)B: The Adventures of Tintin: The Secret of The Unicorn


You don’t know him? Everybody knows him! He is Tintin!

Seorang reporter muda dan anjingnya yang setia, Tintin dan Snowy, is back on action! Setelah 19 tahun penantian sejak serial terakhir dari The Adventures of Tintin ditayangkan, Peter Jackson bersama dengan Steven Spielberg berhasil menghidupkan kembali serial ini dengan merilis  The Adventure of Tintin: Secret of The Unicorn. Seperti serial-serial terdahulu, petualangan jurnalistik dari tintin selalu menyuguhkan petualangan penuh dengan misteri yang menegangkan.



Cerita ini dimulai saat Tintin membeli sebuah model kapal legendaris, Unicorn, yang telah lama dicari oleh Ivanovich Sakharine. Rasa penasaran dan haus akan cerita dari Tintin mengenai Unicorn, yang ternyata memiliki misteri besar, akan membawanya bertemu dengan Captain Haddock, pemegang kunci rahasia dari Unicorn. Bersama-sama, Tintin dan Captain Haddock akan berlomba dengan Sakharine dalam memecahkan misteri dari Unicorn.

Selain ceritanya yang dipenuhi dengan aksi-aksi seru dan penuh kejutan yang dipadukan dengan komedi ala Peter Jackson, Motion Picture adalah unsur utama yang patut diacungi jempol, empat jempol. Walapun hanya disyuting dalam 32 hari dan menggunakan 50 orang kru, Motion Picture, atau yang disebut oleh Mr. Spielberg ‘Peformance Picture’, pada filmnya kali ini sangat lah fantastis. Setiap scene dari film ini diambil dengan sempurna. Sebagai contoh, scene dimana Tintin meluncur pada sebuah tali dengan kamera yang mengikutinya secara beruntun, dapat dikatakan motion dari film sangatlah jenius!

Penggambaran dari karakter dari film ini mengagumkan. Lihat saja karakter dari Captain Haddock, dimana dari setiap detailnya seperti hidung besar, jumlah helai kumis, hingga sinar mata yang hidup, dan ya kesempurnaanya se-lebay itu. Saya sendiri tidak menyadari kalau film ini adalah film animasi pada awahnya lantaran penggambaran animasi yang sangat realistik. Bravo Mr. Spielberg!


Secara keseluruhan, ‘The Adventure of Tintin: Secret of The Unicorn’ adalah film yang sangat sayang untuk dilewatkan. It’s an entertaining ride bro and sis! Don’t miss it😉

PS: Best Scene:

Captain Haddock: I thought you were an optimist.
Tintin: You were wrong, weren’t you? I’m a realist.
Captain Haddock: Ah, it’s just another name for a quitter.
Tintin: You can call me what you like. Don’t you get it? We failed.
Captain Haddock: Failed. There are plenty of others willing to call you a failure. A fool. A loser. Don’t you ever say it of yourself. You send out the wrong signal, that is what people pick up. Don’t you understand? You care about something, you fight for it. You hit a wall, you push through it. There’s something you need to know about failure, Tintin. You can never let it defeat you.

2 Tanggapan so far

  1. 1

    Budi Cahyono said,

    ternyata film ini gagal masuk oscar.

  2. 2

    […] satu anggota baru kami, CaptainDrivelswigger, sempat menulis tentang film Tintin yang terbaru, The Secret of the Unicorn. Anggota yang lain? Tau […]


Comment RSS

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: