Hands-on: Star Wars The Old Republic Beta


Halo para pembaca setia, maaf beberapa hari ini kami tidak meng-update StoPlayinGame karena saya sedang menghadapi ujian. Paling tidak salah satu anggota baru kami, CaptainDrivelswigger, sempat menulis tentang film Tintin yang terbaru, The Secret of the Unicorn. Anggota yang lain? Tau dah!

Anyway, let’s stop chatting and start gaming! (dan juga maaf kalau skill review saya sudah agak menumpul…)

Sejujurnya, walaupun saya merupakan penggemar serial Star Wars, saya tidak pernah berharap banyak mengenai game ini setelah melihat gaya gambarnya yang agak bergaya kartun dan desain yang terlalu dipengaruhi oleh desain dari filmnya. Dan terutama karena saya lebih menantikan sekuel dari game Star Wars: Knight of the Old Republic II.

Tapi ketika saya mencobanya, ternyata game ini melebihi harapan saya.

Sayangnya bagi Anda yang ingin mencoba bermain Star Wars: The Old Republic secara gratis selama masa open beta ini, saya sangat tidak menyarankan keputusan tersebut.

Kenapa saya tidak menyarankannya? Karena:

  1. Anda harus mendaftar ke website resmi Star Wars: The Old Republic dulu
  2. Mendaftar untuk menjadi beta tester
  3. Menunggu email pemberitahuan bahwa Anda telah diterima sebagai beta tester
  4. Menunggu email pemberitahuan mengenai jadwal beta test Anda
  5. Men-download file beta yang melebihi 12 GB

Yap 12 Gigabytes, Anda tidak salah baca. Saya saja sampai membiarkan laptop menyala hingga sekitar satu minggu (yah saya juga sekalian men-download file torrent, tapi biarpun sudah di-pause tetap tidak berpengaruh). Untungnya jadwal beta test saya tepat sehari setelahnya, jadi tidak rugi waktu sama sekali. Oh ya, dan kita nggak bisa mengambil gambar dengan menggunakan “Print Screen”!

Anyway, now let’s talk about the game itself.

Setelah melakukan login dan berhadapan dengan layar pemilihan server (yang ternyata ada bejibun), saya akhirnya bisa membuat karakter. Pertama-tama saya harus memilih pihak, Republic dan Sith Empire. Tiap pihak memiliki 4 class yang berbeda, tetapi memiliki fungsi yang kurang lebih sama. Jedi Knight dan Sith Warrior untuk class jarak dekat offensive, Jedi Consular dan Sith Inquisitor untuk class jarak dekat defensive, Trooper dan Bounty Hunter untuk class jarak jauh offensive, serta Smuggler dan Imperial Agent untuk class jarak jauh defensive. Tiap class juga dapat menggunakan ras-ras yang berbeda-beda.

Sayangnya, ras-ras yang dapat dimainkan semuanya mirip sekali dengan manusia biasa, hanya berbeda warna kulit, memiliki tanduk, dan beberapa perbedaan yang tidak begitu mencolok. Ras yang lebih unik seperti Ithorian, Trandoshan, Rodian, ataupun Wookie tidak dapat kita mainkan.

Karena saya tipe orang tradisional yang kurang menyukai ide “siapapun-bisa-menjadi-Jedi” jadi saya memilih class Trooper. Lagipula bermain sebagai prajurit garis depan dengan blaster rifle terasa lebih seru.

Desain awal karakter saya, karena kesalahan akhirnya jadi agak beda

Sentuhan Bioware yang memang ahlinya membuat game-game RPG single-player masih terasa dalam game MMORPG ini. Ada full voice acting untuk setiap karakter baik NPC penting, nggak penting, maupun karakter kita. In-game cutscene dengan dialogue wheel untuk memilih respon kita terhadap perkataan NPC tiap kali kita menjalankan suatu quest. Dan bahkan, seperti game-game RPG buatan Bioware lain, nantinya kita akan dapat merekrut anak buah untuk membantu dalam pertempuran.

Melalui dialogue wheel kita dapat memilih respon yang akan karakter ucapkan, yang mempengaruhi apakah kita ingin jadi orang baik atau orang jahat. Dan mengingat ini game buatan Bioware, ucapan yang kita pilih akan memberikan konsekuensinya masing-masing.

Untuk gameplay, tidak ada yang begitu spesial apalagi jika Anda sudah pernah memainkan game-game MMORPG Barat lainnya. Quest bertebaran, klik untuk menyerang, dunia luas dengan sedikit loading. Untungnya game ini cukup menitik-beratkan pada jalan cerita yang terasa jauh lebih berisi daripada MMORPG standar.

Dialogue wheel seperti di Mass Effect pun juga hadir dalam game ini

Dan seperti yang telah saya bilang sebelumnya, gaya gambar The Old Republic lebih menjurus kearah “kartun”, apalagi jika dibandingkan dengan pendahulunya, Knight of The Old Republic ataupun Galaxies, yang menggunakan gaya realistis. Bisa dimaklumi memang karena dengan begitu, mereka tidak perlu membuat desain karakter dan lingkungan dengan jauh lebih detil yang ujung-ujungnya memerlukan spec PC yang tinggi.

Pada awalnya saya tidak terlalu suka, apalagi ditambah dengan desain armor yang terlalu mirip dengan versi filmnya. Tapi setelah melihat animasi dan model karakter yang cukup dinamis, saya jadi berubah pikiran. Untuk ukuran game online, animasi gerakan karakter terlihat bagus dan cukup halus, walaupun karakter (musuh dan teman) kadang masih suka tersangkut ataupun menembus objek lain. Hal ini terlihat jelas terutama pada saat melawan musuh. Serangan-serangan yang memberikan efek ledak membuat musuh-musuh terpental, musuh yang panik jika tertempel granat, animasi karakter mati yang terasa cukup bervariasi, dan lain-lain.

Ya bisa dibilang saya cukup terkesan dengan game ini, walaupun sayangnya gameplay yang ditawarkan kurang lebih sama dengan game-game online Barat lainnya, sistem pihak yang jauh lebih sempit dibandingkan dengan Star Wars Galaxies yang memberikan kebebasan lebih jauh dalam bagian pihak-memihak, desain yang terlalu berpatok pada filmnya, dan tentunya masalah orang kere: biaya perbulan.

Game ini masih memiliki banyak ruang untuk di improvisasi, but still, it’s pretty enjoyable. Now if you’ll excuse me, I’m gonna play this again. (Mumpung gratis!)

Troops, regroup!

Star Wars: The Old Republic akan rilis pada 20 Desember 2011.

2 Tanggapan so far

  1. 1

    […] dengan GamesTM, lead designer Star Wars: The Old Republic Emmanuel Lusinchi menyinggung bahwa ada kemungkinan bahwa mereka akan menerapkan model permainan […]


Comment RSS

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: