Hands-on: Elder Scrolls V Skyrim


Bethesda Game Studios telah merilis game terbaru dalam serial Elder Scrolls-nya yang telah “menyedot kehidupan para pemainnya“, Elder Scrolls V: Skyrim. Dalam game petualangan apik ini, kita akan berperan sebagai seorang Dragonborn, yang diramalkan sebagai penyelamat daratan Skyrim dari serbuan para naga yang kembali menyerang.

Dan karena game ini adalah game Action-RPG berskala besar (dan penuh kebebasan bereksplorasi), saya rasa saya tidak akan bisa menamatkannya dan membuat review dalam waktu dekat, jadi saya hanya akan menulis Hands-on saja.

Ketika cerita game bermula, karakter kita akan di bawa di kereta kuda bersama tiga orang lain. Kita di tahan karena melewati perbatasan, seorang lagi ditangkap karena mencuri, dan dua lainnya adalah anggota kelompok pemberontak, Stormcloak.

Sesampainya disebuah desa, saya melihat bahwa para prajurit Imperial juga telah menahan beberapa pasukan pemberontak Stormcloak lain. Saya diturunkan dari kereta kuda, dikumpulkan di tanah kosong dan kita diberitahu bahwa kita semua akan di hukum pancung. Si pencuri panik dan berusaha melarikan diri. Belum jauh, sebuah panah yang ditembakkan penjaga menghentikan langkah dan detak jantungnya. Kasihan…

Melewati drama tersebut, prajurit Imperial menggiring seorang prajurit Stormcloak, membuatnya berlutut dan menaruh kepalanya disebuah papan, dan tidak lama, kapak sang penjagal memotong lehernya. Prajurit Imperial memanggil dan menyuruh saya untuk mengidentifikasi, yang kemudian membawa saya ke layar untuk untuk mengutak-ngatik karakter. Karena saya suka hewan reptil jadi saya membuat karakter saya Gomodor, seorang Argonian.

Kustomisasinya cukup beragam

Setelah meng-edit karakter, karakter saya digiring ke tempat pemancungan. And suddenly, out of nowhere… DRAGON. Semuanya jadi kacau dan memanfaatkan kesempatan, karakter saya kabur.

Setelah melewati kekacauan tersebut, kita harus memilih antara kabur dengan pemimpin Stormcloak atau membantu pasukan Imperial. Karena katanya Imperial meminta bantuan untuk melawan naga, ya sudah saya membantu mereka saja karena saya memang sudah greget untuk membantai seekor naga sejak game ini dirilis.

Die spiders!

Melawan beberapa pasukan Stormcloak yang ditahan dan juga berusaha kabur, laba-laba raksasa, dan seekor beruang, akhirnya saya melihat dunia luar yang sangat cerah. Deretan pohon terlihat hingga sejauh mata memandang, aliran air sungai dan suara burung berkicau terdengar sangat merdu, dan gunung salju yang putih menjulang sangat tinggi di kaki langit… Ah, lebai abis.

Ah... udara segar pegunungan

Bersama Hadvar si prajurit Imperial, saya menuju desa Riverwood seraya menghabisi beberapa ekor serigala yang menghadang perjalanan kami. Sesampainya disana, kita bertemu dengan pamannya dan menyarankan agar kita melapor ke Jarl, raja daerah, mengenai serangan tersebut. Pergilah saya ke kota Whiterun… Dan sampai disinilah petualangan Hands-on kita! Sebenarnya saya sudah main sampai lebih jauh lagi, tapi karena selanjut-selanjutnya saya tidak sempat melakukan dokumentasi, ya apa boleh buat.

Sekarang, ngobrol sedikit tentang bagian dalam gamenya!

Seperti yang bisa dilihat, kualitas grafis game ini sangat bagus apalagi kalau mengingat bahwa game ini hampir tidak memiliki loading (kecuali ketika memasuki kota/dungeon) dan dunianya cukup luas. Engine baru yang dipakai oleh Bethesda, Creation Engine, memang tidak mengecewakan.

Grafisnya detil dan animasinya cukup halus bahkan dalam setting-an medium, tidak ada lagi efek bloom yang berlebihan, percakapan antar NPC juga lebih dinamis dan nggak ngaco, walaupun kadang-kadang beberapa gerakan terlihat kaku dan masih memiliki banyak physics glitch. Tipikal game-game keluaran Bethesda memang, pasti dipenuhi glitch yang bisa “menghibur” ataupun merusak save file Anda. Tapi jangan khawatir, selama belasan jam saya bermain saya belum menemui glitch yang mengacaukan save file saya.

Untuk urusan musik, komposer Jeremy Soule patut di acungi jempol. Lagu-lagu yang dibuatnya selalu sesuai dengan lingkungan. Kalau Anda sedang berpetualang di tempat sepi, maka perjalanan akan ditemani lagu-lagu tenang yang menghanyutkan. Naga mengacau? Lagu penuh semangat yang diiringi tabuhan drum dan chanting yang penuh semangat akan membuat adrenalin berpacu.

Kontrol dan UI juga sudah dirancang sedemikian rupa untuk mempermudah penggunaan kontroler dalam permainan, membuat semua hal lebih sederhana. Mungkin beberapa pemain Elder Scrolls PC veteran bakal sedikit mengeluh karena desain interface jadi terlalu simpel dan kurang kompatibel dengan sistem mouse (saya juga merasa lebih enak memainkannya dengan kontroler Xbox), tapi toh masalah ini terlalu kecil untuk diributkan.

Overall, dari 20 jam yang telah saya lewati, game ini sangat luar biasa dengan dunia yang luas dan mendalam. Memang, game ini tidak cocok untuk semua orang, terutama bagi yang kurang sabar untuk berpetualang kesana-kemari serta memperhatikan detil cerita dan menikmati “dunia” Elder Scrolls, tapi saya rasa semua orang yang mengaku sebagai gamer harus mencoba Skyrim paling tidak sekali.

1 Response so far

  1. 1

    […] Elder Scrolls V: Skyrim (Xbox 360, PC, PS3) […]


Comment RSS

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: