Hands-on: Mass Effect 3 demo


Petualangan space-opera Commander Shepard baru akan berlanjut di Mass Effect 3 yang rilis pada bulan Maret mendatang, tapi buat yang sudah tidak sabar EA telah mengeluarkan demo sejak 14 Februari kemarin. Yap bisa dibilang demo ini merupakan hadiah Valentine bagi para forever-aloner dari Bioware! Dan kita baru bisa menikmati demo multiplayer pada tanggal 17 Februari… kecuali kalau Anda punya Battlefield 3! Fakta yang baru saya sadari ketika hampir menyelesaikan artikel ini! Ah shiiiiiiiiiiit

Demonya tersedia untuk platform PC, PS3, dan Xbox 360. Sekedar peringatan saja, Anda harus memiliki program digital distribution Origin milik EA jika ingin mencoba demo versi PC.

Layaknya para pendahulunya, pertama-tama kita akan dihadapkan kepada layar untuk meng-edit Commander Shepard. Mulai dari wajahnya, latar belakang yang akan mempengaruhi sebagian dari cerita secara keseluruhan, class, dan nama. Tampilan layar ini tidak banyak berubah.

Kemudian masuk mulai masuk ke permainan.

Cerita bermula di markas pasukan manusia, Alliance, di bumi. Pasukan Alliance menyadari Reaper telah menyerang dua koloni manusia, memanggil Shepard untuk “memastikannya,” dan tiba-tiba BOM! Mereka diserang.

Commander Shepard dan Captain Anderson pun segera berusaha kabur dari kekacauan itu dan menghubungi Normandy untuk mengirim bala bantuan dan sarana untuk pergi.

Setelah melewati gedung-gedung, menyaksikan sebuah (?) Reaper membabat-habis kota di latar belakang, dan menembaki beberapa Husk yang lewat, Commander Shepard dan Captain Anderson sampai pada sebuah kamar di gedung yang sudah hancur. Ketika membantu Anderson untuk melewati pintu yang rusak, Shepard melihat seorang anak kecil bersembunyi di ventilasi. Shepard berusaha untuk menolongnya, tapi anak kecil itu tidak mau. Fine! Just go away, kid!

Yea, fuck you too kid

and so he did. Menoleh sebentar dan tiba-tiba anak kecil itu hilang. Shepard pun melanjutkan perjalanannya.

Sekali lagi kita melihat Reaper mencabik-cabik garis pertahanan pasukan Alliance dengan mudah. Pesawat-pesawat yang berusaha menghadang dihancurkannya dengan sekali tembak. Bangunan-bangunan disekitar sudah mulai rata tak berbentuk. Mass Effect 3 mulai terasa seperti film action.

Nggak sebesar yang saya kira...

Tidak lama berselang, Shepard mendapatkan masalahnya sendiri. Reaper telah mengirim sepasukan makhluk aneh bernama “Cannibal” yang terlihat seperti Husk dengan mata dan beberapa bagian tubuh yang bersinar tapi terasa lebih organik dan bersenjata. Dengan mudah saya bisa menghabisi para makhluk aneh itu. Yah mengingat ini masih bagian awal tidak heran musuhnya masih sangat mudah.

Pada akhirnya, Shepard dan Anderson menemukan dua orang prajurit yang terluka. Setelah membantunya, mereka berhasil menghubungi Normandy melalui radio di pesawat terdekat. Selama menunggu bala bantuan, mereka tiba-tiba diserbu oleh Cannibal. Kita hanya harus bertahan selama beberapa menit.

Normandy dan beberapa pesawat bantuan akhirnya datang, semua orang naik dan berusaha untuk melakukan evakuasi. Kecuali Captain Anderson. Dia menyuruh Shepard untuk meminta bantuan dari ras-ras lain dan meyakinkan Council untuk membantu melancarkan serangan balik sementara dia tinggal untuk memimpin pasukan Alliance dalam upaya bertahan dari serangan mematikan para Reaper. Shepard setuju.

Ketika pesawat akan berangkat, dia melihat anak kecil yang tadi juga menaiki pesawat lain. Tapi momen itu segera dirusak dengan kehadiran sebuah Reaper, yang dengan cepat menghancurkan dua pesawat yang berusaha kabur — salah satunya dinaiki oleh bocah tersebut. Dengan marah (mungkin karena bocah itu adalah satu-satunya anak kecil di dunia Mass Effect) Shepard meninggalkan daerah peperangan tersebut.

Pesawat satunya? Yep both got sacked

Yah kurang lebih begitulah bagaimana part satu berjalan. Di bagian pembuka ini Bioware menunjukkan dasar dari combat system Mass Effect 3 (yang kurang lebih masih terasa seperti Mass Effect 2) dengan sedikit tambahan seperti kemampuan untuk berguling, serta kemampuan lain diluar pertempuran seperti memanjat tangga dan melompati beberapa halangan dan sedikit bagian dari branching dialogue. Pemain Mass Effect veteran pasti tidak akan merasa asing lagi dengan gameplay-nya.

Kemudian di part dua, Shepard — bersama Wrex, Garrus, dan Liara — bertualang ke planet Sur’kesh, rumah dari para salarian, untuk menyelamatkan seorang/seekor/? krogan betina yang dapat memulihkan “kemandulan” ras krogan.

Terhambat dalam masalah pendaratan karena tidak mendapatkan ijin, Wrex dengan tidak sabar langsung melompat keluar dari shuttle dan menyerang para salarian. Akhirnya kesalah-pahaman berhasil diselesaikan dan mereka langsung bertemu Mordin dan krogan betina tersebut. Pertemuan mereka tidak berlangsung lama karena segera dikacaukan oleh pasukan Cerberus yang ingin menghentikan Shepard.

Wrex will be Wrex...

Kita pun harus menjaga krogan betina tersebut, hingga ke tempat pendaratan di mana Wrex akan menjemputnya, dari serangan Cerberus.

Misi ini cukup mudah walaupun daerah pertempuran terasa agak terlalu sempit. AI musuh pun terasa cukup menyebalkan dan sering bersembunyi dibalik cover sehingga agak “memaksa” kita untuk melakukan taktik flanking. Hal itu dibantu dengan AI kawan yang cukup mendukung.

Sesampainya di tempat pendaratan, tiba-tiba Cerberus meluncurkan sebuah walker raksasa untuk menghadang Shepard. Jelas ini tidak akan menjadi pertempuran yang mudah…

This would be fun...

…itu yang tadinya saya pikir. Ternyata benda itu cukup mudah untuk dihabisi, terutama karena dia muncul sendirian jadi saya bisa fokus menyerang dia saja. Kata Bioware di salah satu interview-nya dulu, kita dapat menghancurkan kaca tempat pengendaranya dan mengambil alih walker tersebut. Tentu saja upaya saya untuk mencobanya gagal. Kacanya pecah memang, tapi benda sial tersebut juga sudah menunjukkan tanda-tanda akan meledak. Yah semoga di full game-nya nanti saya bisa lebih beruntung.

Akhirnya krogan betina tersebut berhasil diselamatkan, melakukan sedikit aksi yang cukup klise, dan mereka siap pergi dari tempat tersebut. Tapi Shepard menyadari bahwa salah satu prajurit Cerberus ada yang masih hidup. Dia berusaha menanyainya, tapi prajurit itu hanya tertawa pelan dan, bluk, mati.

*ded*

…aaand that’s it! Begitulah demonya. Was it fun? I got to say… it was OK.

Sejujurnya saya berharap Bioware akan menunjukkan — dan memberikan — fitur RPG yang lebih mendalam untuk Mass Effect 3. Nggak usah semirip Mass Effect 1, karena saya yakin banyak dari kalian yang tidak menyukai ME1 dan gameplay ME2 jauh lebih menjual. Tapi Bioware sudah berjanji cukup banyak mengenai fitur RPG-nya dan demo ini tidak menunjukkan perkembangan dalam faktor tersebut. Dan Action-RPG nya yang membuat saya benar-benar menyukai Mass Effect! Bahkan combat system ME1 yang memang lebih “ringan” terasa lebih mengena di hati saya.

Di bagian kedua demo ini, Bioware lebih berfokus pada menunjukkan combat system dan sedikit fitur RPG yang masih mereka masukkan. Gameplay terasa masih sama dengan Mass Effect 2, walaupun kali ini kita bisa berguling ke kanan-kiri-depan-belakang, lari tidak dibatasi oleh jenis senjata atau meteran energi yang hilang-muncul, dan kita dapat berpindah antar cover dengan lebih mudah. Tapi memasukkan semua tombol aksi ke satu tempat (SPACE) untuk berlari, berguling, berinteraksi dengan objek terasa sangat tidak nyaman. Mungkin karena saya tidak terbiasa dengan keyboard, tapi kontroler juga tidak membantu ketika saya mencobanya karena sepertinya tidak kompatibel.

Granat kali ini juga kembali, tapi “tingkah”nya sangat berbeda dari Mass Effect 1. Yang awalnya dilempar secara horizontal, dapat menempel di mana saja, dan dapat diledakkan sewaktu-waktu berubah menjadi granat tipikal game-game action standar.

Kemudian “fitur RPG.” Leveling system masih seperti ME2 juga, walaupun kali ini lebih banyak spesialisasi.

Seperti di Mass Effect 2, kita dapat meningkatkan skill tapi seperti yang terlihat di atas ketika level skill sudah mencapai titik tertentu maka kita harus memilih salah satu spesialisasi tersebut. Ini berlaku kepada semua skill yang ada. Fitur lain seperti upgrade senjata belum terlihat.

Overall, it was OK. Bagi yang sangat menyukai Mass Effect 2 pasti akan makin menyukai Mass Effect 3, sementara pecinta Mass Effect 1 bersiap-siaplah kecewa (lagi). Dan walaupun saya sudah bisa mencoba multiplayer-nya, saya baru akan mencobanya besok. Saya lagi agak sibuk…

%d blogger menyukai ini: