Yep, Ragnarok Online 2 masih sedang dikembangkan. And here’s some news


Swordsman (girl, kali) nih!

Kapan ya terakhir kali saya denger berita soal Ragnarok Online 2? Tahun 2000 sekian dari majalah lokal kalau nggak salah. Dan tiba-tiba, POF, ilang begitu saja…

Dan sekarang nongol lagi! Nggak heran juga sih, berhubung katanya RO2 sempat dirombak ulang. Korea (Selatan, jelas) telah mendapatkan beta test untuk Ragnarok Online 2: Legend of the Second pada 22 Februari kemarin. Dan StoPlayinGame akan menerjemahkan beberapa fitur baru yang muncul untuk RO2, courtesy of 4Gamer.

Oh expression bubble, you'll be missed

Kali ini fitur kustomisasi bakal lebih dalam, apalagi kalau membandingkannya dengan RO pertama (cuma bisa ganti warna dan model rambut doang!). Sekarang ada 15 jenis dan warna untuk rambut karakter Anda, 9 ekspresi wajah, 5 voice actors for each gender, and 10 different eye patterns.

Dan mulai beradaptasi dengan gameplay MMO modern, di sini disebut sebagai “Dual Life system,” karakter Anda bisa mempunyai dua classcombat class yang bakal jadi class utama yaitu Swordsman, Acolyte, Archer, Mage, dan Thief. Serta creator class yaitu Chef, Alchemist, Blacksmith, dan Artisan.

Combat class jelas lah fungsinya, buat gebuk-gebukan, jalanin quest, grinding, dsb. Nah creator class yang cukup menarik walaupun sama sekali tidak bisa dibilang baru untuk MMORPG jaman sekarang. Still, a welcome addition to the franchise! Class kedua ini memungkinkan karakter Anda untuk membuat item-item support seperti makanan (yang punya efek healing lebih besar dari obat) ataupun senjata.

Looks kinda cute...

Gameplay-nya sendiri tidak berubah banyak, tapi yang jelas karena sudah full 3D kali ini untuk berjalan menggunakan WASD dan bisa lompat dengan SPACE.

Sistem skill tree masih dipertahankan dan begitu mencapai level 25, kita akan bisa lebih berkonsentrasi pada kemampuan tertentu.

Sistem Monster Card juga akan kembali. Bagi yang kurang familiar, intinya kita bisa mendapatkan sekumpulan kartu sekali pakai yang bisa dimasukkan ke equipment (seperti senjata, armor) untuk meningkatkan status. Sekarang kartu juga bisa kita gabung untuk memberikan efek yang lebih mantap, tapi tentu saja persentase keberhasilannya tidak mungkin 100%. Jika gagal ya maka kartu tersebut akan hilang. Ada 306 kartu yang bisa didapatkan dari monster, dan 250 lagi merupakan kartu yang didapatkan lewat kombinasi.

Selain itu ada sistem baru bernama “Color.” Menerjemahkan bagian ini agak susah (sekalipun sudah pakai Google Translate)…

Dari kelihatannya, kita akan bisa membuka sebuah window berisi kotak-kotak yang memiliki ikon-ikon tertentu dan kita bisa mengisi kotak-kotak tersebut dengan menjalankan quest, mengumpulkan sejumlah item, dan sebagainya. Kalau sudah berhasil mengisi pola tertentu maka kita akan bisa mendapatkan hadiah berupa — tidak hanya EXP dan uang — “Title Color” dan “Color Points.” Title Color akan menambahkan suatu gelar disebelah nama karakter Anda serta memberikan efek khusus. Sementara Color Points dikumpulkan untuk dapat menjalankan suatu Color Quest. Entahlah, saya juga masih kurang paham berhubung sekedar nerjemahin doang…

Itu... Chaos?

Dan sepertinya kali ini Gravity mulai memikirkan bagian cerita. Akan ada cutscene bergaya anime diawal permainan yang memberikan sedikit gambaran megenai backstory game ini. Nggak kayak dulu, tiba-tiba kita dilempar ke “dunia” latihan…

Standar MMORPG, Anda akan menemui NPC yang bakal menyuruh Anda membunuh sekian monster ataupun mengumpulkan item, walaupun ada peningkatan. NPC akan punya balon teks di atas kepalanya sehingga lebih mudah terlihat, sebagian quest akan memiliki voice-actor, dan ketika karakter sudah mencapai level 30 kita akan bisa menjalankan quest “penting” yang memiliki jalan ceritanya sendiri.

Yaaah, menurut saya sendiri sih terlihat lumayan ya. Tapi saya kurang suka dengan HUD-nya, kelihatan sangat… generic. Call me old fashioned or nostalgiafag, but I prefer the old HUD.

Kafra dengan pakaiannya yang "menarik," seperti biasa

Mount!

Oh, Rocker!

————————————————————————

Sumber: 4Gamer via Kotaku

%d blogger menyukai ini: